PUJO NUGROHO, Mataram
Pada PON Papua mendatang, NTB akan menurunkan enam atlet tarung derajat. Empat putra dan dua putri. Di atlet putra, tercatat ada beberapa atlet yang sudah pernah merasakan atmosfer PON. Salah satunya Murdani.
Petarung asal Desa Mangge Nae, Dompu ini berhasil mempersembahkan medali perak bagi NTB pada PON Jabar 2016 lalu. Saat itu Murdani dikalahkan petarung asal Aceh di babak final. ”Saya ingin persembahkan emas di Papua nanti. Semoga harapan ini bisa terwujud,” ujarnya.
Perjalanan Murdani sebagai atlet tarung derajat dimulai sejak duduk di bangku SMP. Saat itu Murdani mengenal tarung derajat, dari seorang pelatih yang datang ke kampungnya dan melatih anak-anak seusiannya. ”Waktu itu saya langsung ikut latihan sama pelatih itu,” ujarnya.
Usai mengikuti latihan tersebut, dirinya tetap menjalani latihan yang dibina Pengkab Kodrat Dompu. Dilatih Abdul Khaer yang kini juga menangani tiga atlet NTB yang akan turun di PON Papua.
Murdani mulai turun di kompetisi tingkat nasional pada 2013. Pria kelahiran 1989 ini turun di Kejurnas Tarung Derajat di nomor 67,1-70 kilogram. Saat itu Murdani berhasil meraih medali perunggu. ”Waktu itu ada pelatda desentralisasi. Pemusatan latihannya di rumah ketua pengprov,” katanya.
Setelah berhasil mendapatkan perunggu, Murdani dipanggil untuk mengikuti Pelatda persiapan Pra-PON Jabar 2016. Kemudian Murdani melaju terus dan turun di PON Jabar 2016. Dia berhasil mempersembahkan medali perak.
”Sekarang kita persiapkan diri maksimal untuk PON Papua. Semoga medali perak bisa saya tingkatkan jadi emas,” tandasnya. (*/r8) Editor : Administrator