Kompetisi itu bertajuk Virtual Karate Championship (VKC) dan Festival 2020, Piala KONI Mataram. ”Ada 273 peserta yang ikut serta. Penilaian tahap pertama sudah kita lakukan hari ini,” ujar Ketua KONI Mataram H Firadz Pariska, Minggu (19/7).
Kompetisi virtual ini solusi terbaik di masa pandemi covid-19. Meskipun dengan keterbatasan, pembinaan untuk atlet melalui kejuaraan bisa dilakukan. ”Panitia ini sangat kreatif. Ini patut diapresiasi,” katanya.
Kejuaraan virtual ini diharapkan bisa diterapkan cabor lain. Khususnya cabor dengan nomor pertandingan yang tidak memerlukan kontak satu sama lain. ”Untuk VKC ini yang dipertandingkan hanya nomor kata atau seni gerak,” cetusnya.
Meskipun di tengah covid-19, pembinaan terhadap atlet tidak boleh dilupakan. Karena dengan pembinaan atlet sejak dini akan memunculkan bibit-bibit baru. ”Di era digital ini banyak terobosan yang dilakukan. Jangan jadikan covid-19 penghalang,” katanya.
Ketua Panitia Lalu Ega Nenditia menjelaskan, penilaian melibatkan juri-juri yang sudah bersertifikat. Para juri melakukan penilaian terhadap video yang sudah dikirimkan peserta ke panitia. ”Ada tiga tahap penjurian. Sekarang yang pertama, dua lagi akan dilakukan sesuai jadwal,” paparnya.
Ega menyebutkan ada tujuh kategori peserta yang dipertandingkan. Yakni usia dini, pra-pemula, pemula, kadet, junior, U-21, dan senior. Kemudian ada dua kelas di kategori festival yakni tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. ”Pesertanya dari seluruh NTB. Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok punya perwakilan masing-masing,” tandasnya. (puj/r8)
Editor : Administrator