Sudianto menjelaskan, dari persiapan yang sudah dilakukan, kekompakan tim sudah terlihat. Bahkan tim sudah bermain dengan matang. ”Tapi mau gimana lagi karena situasi tidak mengizinkan. Sekarang masih pandemi,” katanya.
Pelatih Persebi Syafruddin mengatakan rasa kecewa pasti ada. Tetapi masyarakat dan pelaku olahraga harus berpikir sehat. Khususnya dengan kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang.
”Saya hanya bisa berharap keadaan ini bisa cepat berlalu. Sehingga kegiatan yang sudah direncanakan bisa dilaksanakan dengan baik kedepannya,” katanya.
Manajer PS Bima Sakti Zulkarnain mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan pembatalan Liga 3. Karena PS Bima Sakti kini sudah melakukan persiapan dan mematangkan konsep latihan. ”Kita juga sedang dalam tahap merekrut pemain,” katanya.
Menurut Zulkarnain, Liga 3 merupakan kompetisi sepak bola yang sangat ditunggu masyarakat maupun pecinta sepak bola di NTB. Jika memang pertimbagannya adalah pandemi covid-19, ada beberapa hal yang bisa dilakukan penyelenggara.
”Protokol kesehatan bisa diterapkan. Selain itu pertandingan hanya dilakukan di satu lokasi saja misalnya di GOR Turide,” cetusnya.
Diketahui, Asprov PSSI NTB memastikan Liga 3 2020 tidak akan dilaksanakan. Ini diputuskan dalam rapat Exco yang dilaksanakan di KSB, Sabtu (17/10). Hasil ini sudah langsung disampaikan Asprov PSSI NTB melalui surat resmi kepada ketua askab/Askot dan klub se-NTB.
Sekretaris Asprov NTB Prietia Eko Wardoyo menjelaskan, ada beberapa pertimbangan sehingga asprov memutuskan tidak melaksanakan Liga 3 2020. ”Ada empat pertimbangan pokok yang mendasari keputusan ini,” ujarnya.
Pertimbangannya adalah kondisi saat ini masih dalam situasi pandemi covid-19. Kemudian regulasi Liga 3 belum dikeluarkan PSSI Pusat. Selain itu, Liga 1 dan Liga 2 yang rencananya digelar awal November belum juga mendapatkan izin kepolisian. Bahkan pihak kepolisian kemungkinan tidak akan mengeluarkan izin karena akhir tahun juga akan digelar pilkada serentak.
Jika Liga 3 digelar maka rentang waktu yang ada tidak mencukupi. Tahapan Liga 3 mulai dari kick off hingga final, tidak memungkinkan digelar dalam waktu yang singkat. "Sudah ada beberapa Asprov lain yang memastikan tidak menggelar Liga 3. Seperti Jawa Timur," katanya.
Eko mengatakan dengan keputusan ini, maka Asprov PSSI NTB akan fokus mempersiapkan Liga 3 2021 di sisa bulan yang ada. Selain itu, klub-klub masih bisa beraktivitas latihan seperti biasa, dengan mematuhi protokol kesehatan. ”Untuk aktivitas sepak bola kita sudah keluarkan edaran sebelumnya. Itu masih bisa menjadi rujukan di masa pandemi ini,” tandasnya. (puj/r8) Editor : Administrator