Laga yang semestinya membahagiakan fans Spurs setelah lebih dari setahun absen datang ke stadion atau sejak melawan Wolverhampton Wanderers pada 2 Maret 2020. Tapi, hal itu jelas tidak terjadi.
Selain Spurs harus kalah 1-2, bomber Spurs Harry Kane diyakini menjalani laga terakhirnya bersama The Lilywhites di Tottenham Hotspur Stadium. Dua hari lalu, keinginan Kane kepada CEO Spurs Daniel Levy untuk pergi pada akhir musim ini sudah bocor ke publik.
Gestur bomber 27 tahun berjuluk HurriKane itu seolah menandakan bahwa kapten timnas Inggris tersebut melakukan salam terakhir kepada fans Spurs. Kane berjalan mengitari lapangan sambil membalas tepuk tangan penonton. Mimik wajahnya terlihat sedih. ”Sambutan Kane atas kembalinya fans sekaligus salam perpisahannya,” klaim The Guardian.
Saat diwawancarai pandit Sky Sports Gary Neville setelah laga, Kane berharap Levy bijaksana dalam memenuhi keinginannya untuk pergi dari Spurs. Sebab, meski kontraknya bersama Spurs masih berlaku hingga 2024, market value Kane bakal terus menurun seandainya Levy menahan kepergiannya. ”Tidak ada yang tahu jalan pikiran CEO meski menjualku sekarang di saat hargaku minimal GBP 100 juta (Rp 2,03 triliun) adalah keputusan terbaik,” ucap Kane.
Menurut Kane, keputusan meninggalkan Spurs saat ini telah dipikirkannya dengan sangat matang. ”Aku tidak ingin ada penyesalan di akhir karirku nanti (karena enggan pindah ke klub yang lebih besar di usia emas, Red). Aku sudah menghabiskan 16 tahun di sini (sejak masih di akademi Spurs, Red) dengan hubungan yang harmonis dan ku harap tetap begitu (setelah pergi nanti, Red),” beber peraih dua kali Golden Boot Premier League tersebut. (JPG) Editor : Administrator