Pria yang akrab disapa Bimo ini menjelaskan, Anisa memang tidak dibebankan target medali. Tapi yang tetap diminta bermain baik dan maksimal. Dengan catatan prestasi Anisa, peluang NTB meraih medali masih terbuka.
”Anisa di Pomnas meraih perak. Mudah-mudahan performa baik di Pomnas bisa dibawa ke PON. Yang penting kita tidak terlalu membebankan dia,” jelasnya.
Pada masa persiapan akhir ini, latih tanding sangat diperlukan Anisa. Tetapi dengan kondisi pandemi covid-19 ini, peluang melakukan latih tanding ditiadakan. Bahkan sejumlah agenda try out ditunda. Seperti rencana try out di Jogjakarta dan Bali yang seharusnya digelar Juli lalu. ”Sekarang harus mencari cara lain agar atlet bisa menjalani latih tanding,” ujar dia.
Menurut Bimo, latih tanding sebenarnya komponen penting di masa persiapan. Karena melalui metode ini, atlet bisa dievaluasi perkembangannya. Khususnya dalam cabor kategori tarung. ”Selama latihan ini dia ada sparing partner. Sama pelatih atau pesilat lain,” jelasnya.
Pencak silat menjadi salah satu lumbung emas NTB. Sejak PON 2008, Komang Wahyu meraih medali emas. Kemudian di PON Riau/2012, pencak silat menyumbangkan dua medali emas melalui Mariati dan Indria Milasari. Selanjutnya di PON Jabar/2016 cabor pencak silat meraih satu medali emas melalui Mariati. (puj/r8) Editor : Redaksi