Kejurprov akan mempertandingkan kategori senior dan junior. Karena kondisi pandemi covid-19, pertandingan untuk putra dan putri yang digelar hanya 12 nomor. Yakni senior, junior A (KU 19), junior B (KU 17), junior C (KU 15), junior D (KU 13), dan junior E (KU 11).
Untuk jatah masing-masing pengkab/pengkot juga dibatasi. Yakni untuk kategori senior putra sebanyak tiga orang; kategori senior putri dan junior putra/putri masing-masing dua orang. ’’Kecuali tuan rumah, bisa memperoleh kuota dua kali lipat,’’ jelas dia. ”Kategori senior putri dan junior putra/putri akan dipertandingkan jika minimal lima pengkab/pengkot mendaftar,” sambungnya.
Tujuan digelarnya Kejurprov Catur ini untuk meningkatkan prestasi atlet catur NTB. Sekaligus mencari potensi bibit-bibit pecatur NTB kedepannya/.
Miftah menjelaskan, kejurprov akan mempertandingkan catur klasik dengan sistem Swiss 9 babak. ”Karena masih pandemi pelaksanaannya tetap mengutamakan prokes. Semoga bisa terlaksana sesuai jadwal,” jelasnya.
Untuk mempersiapkan atletnya, sejumlah pengkab/pengkot Percasi akan melaksanakan seleksi terbuka. ”Ini tergantung pengurus kabupaten/kota. Kami tidak intervensi,” ujarnya.
Pengkab Percasi Lotim sudah menjadwalkan menggelar seleksi terbuka untuk menentukan atlet yang akan dikirim mengikuti kejurprov. ”Iya kita akan seleksi atlet yang turun membela Lotim. Rencananya Agustus ini tuntas seleksi,” kata Ketua Pengkab Percasi Lotim Akhmad Darmawan. (puj/r8) Editor : Redaksi Desain Grafis