Dari 20 pemain yang memperkuat timnas putri tersebut, satu pemain berasal dari NTB yakni Baiq Amiatun Shalihah.
Wakil Ketua Asprov PSSI NTB H Suhaimi mengatakan, masuknya Ami sebagai pemain timnas adalah hal yang membanggakan. ”Ini kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Semoga Ami bisa tampil maksimal bersama tim dan mendapatkan hasil terbaik,” katanya, kemarin.
Ini menandakan perkembangan sepak bola wanita di NTB sangat baik. Terbukti dengan tumbuhnya klub sepak bola putri. Sehingga menghasilkan pemain yang berbakat dan masuk dalam squad timnas. ”Ami ini jebolan klub sepakbola putri disini yakni Neo Angel FC,” katanya.
Asprov PSSI NTB sudah memiliki program untuk mengembangkan sepak bola putri. Program ini di bawah pengawasan komite sepak bola wanita. ”Tentu ini akan menjadi perhatian Asprov. Ke depan program tidak hanya fokus kepada sepak bola putra atau futsal, tapi juga beberapa program lain. Seperti sepak bola putri dan sepak bola pantai,” ungkapnya.
Diketahui, seleksi pemain timnas putri Indonesia dilakukan secara ketat dengan mempertimbangkan beberapa indikator selama mereka mengikuti pemusatan latihan di Depok. Seleksi ini berlangsung selama tiga minggu.
Pada kualifikasi Piala Asia 2022 ini timnas Indonesia tergabung di grup C bersama Singapura, Iraq, dan Korea Utara. Namun Iraq dan Korea Utara mengundurkan diri sehingga hanya Singapura yang akan dihadapi pada 24 dan 27 September.
Pembina Klub Neo Selaparang FC M Jaelan menjelaskan, ada dua pemain yang dipanggil mengikuti seleksi timnas putri ini. Ami dan Lidya Ayu. Karena pembatasan kuota, hanya Ami yang lolos dan masuk ke timnas.
Menurut Jaelan, jadwal kualifikasi piala Asia Putri ini diundur beberapa kali karena pandemi covid-19. ”Tentu sangat bangga, karena ini melalui perjuangan yang panjang. Semoga kedepan lebih banyak pesepakbola putri yang bisa bermain di tingkat nasional,” tandasnya. (puj/r8)
Editor : Redaksi Desain Grafis