Penundaan SEA Games ini sudah muncul sejak beberapa bulan terakhir. Namun sejumlah negara Asia Tenggara termasuk Indonesia menolak penundaan ini. Tetapi dengan alasan pandemi covid-19, penundaan akhirnya benar-benar dilakukan. ”Keputusan menunda SEA Games ini ada positifnya,” ujar Ketua KONI NTB H Andy Hadianto.
Menurut Andy, dengan penundaan ini Indonesia jadi memiliki waktu lebih untuk menyiapkan atlet-atlet yang akan turun. ”Persiapan atlet lebih matang. Semoga atlet NTB ada yang masuk dalam komposisi atlet SEA Games,” katanya.
Untuk diketahui, sejumlah atlet NTB sebelumnya sudah masuk dalam pelatnas persiapan SEA Games, seperti petinju putri NTB Huswatun Hasanah dan atlet muaythai Ardiansyah.
Atlet-atlet NTB tetap menorehkan prestasi di pesta olahraga Asia Tenggara tersebut. Pada SEA Games Filipina 2019 lalu, sembilan atlet asal NTB berhasil menyumbangkan medali bagi Indonesia. Terdiri dari lima medali emas, dua perak, dan dua perunggu.
Medali emas diperoleh Sapwaturrahman dari cabor atletik, Ahmad Zigi Zaresta Yudha dari cabor karate, Hairil Anwar dari cabor selancar ombak, Ahmad Rifki Muslihin dari cabor menembak, dan Danangsyah Yudistira Pribadi dari cabor voli pasir.
Kemudian medali perak disumbangkan Endang dari cabor tinju dan tim voli pasir putri Indonesia yang terdiri dari Putu Dini, Dhita Juliana, Desi Ratnasari, dan Allysah Mutakharah.
Sedangkan medali perunggu diraih Huswatun Hasanah dari cabor tinju dan Sapwaturrahman dari cabor atletik. (puj/r2) Editor : Redaksi Desain Grafis