"Laporan dari Koni bahwa Koni kabupaten/kota belum siap, Banggar juga bilang tak ada anggaran, sehingga kami sepakat ditunda hingga tahun 2023," ucap Ketua Komisi V DPRD NTB H Lalu Hadrian Irfani, Senin (29/8/2022).
Miq Arie akrab disapa, alasan ditunda karena berdasarkan laporan Koni dari 10 kabupaten/kota, baru dua yang siap yaitu Kota Mataram dan Kabupaten Sumbawa Barat. Artinya tidak ada kesiapan dari sisi mayoritas peserta.
"Yang kedua anggaran kita sesungguhnya tidak ada, dia (Koni, red) minta Rp 10 miliar, tidak ada," tambahnya.
Politisi PKB ini menyebut, kondisi keuangan Provinsi NTB dalam emergency sehingga tak memungkinkan menggelar Porprov NTB Tahun 2022.
"Tidak ada anggaran," imbuhnya lagi.
Sementara diketahui, NTB akan menjadi tuan rumah PON tahun 2028. Untuk menjadi tuan rumah maka Porprov NTB 2022 mestinya digelar sebagai persiapan menghadapi PON 2028.
"Belanda masih jauh, ini (Porprov, red) kan bisa digelar tahun 2023. Masih ada waktu untuk persiapan PON NTB 2028. Tapi ini tidak wajib juga yang wajib itu Porpovnas," tandas Miq Arie.
Sebelumnya, Ketua Umum Koni NTB H Mori Hanafi mengatakan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah sejatinya mendukung pelaksanaan Porprov NTB dilaksanakan akhir tahun ini. Hanya saja yang menjadi kendala kesiapan anggaran Koni kabupaten/kota yang sepenuhnya belum siap.
Mori telah berkoordinasi dengan sejumlah kepala daerah di kabupaten/kota terkait pelaksanaan Porprov NTB. Namun sebagai pemda Kabupaten/kota ternyata belum memiliki anggaran yang cukup untuk mengikuti Porprov NTB.
"Apabila daerah (kabupaten/kota) tidak siap mengikuti Porprov NTB 2022, kemungkinan besar Porprov NTB akan diundur hingga akhir Februari 2023. Hal itu dilakukan agar Porprov NTB dapat diikuti oleh semua kontingen 10 kabupaten/kota di NTB," pungkasnya. (ewi/r10) Editor : Baiq Farida