Dia menjelaskan, pembentukan tim sepak bola NTB ini dilakukan melalui seleksi. Termasuk juga talent scouting terhadap emain-pemain yang sedang mengikuti kompetisi Liga 3 Bank NTB Syariah 2022.
Terkait program kerja, Suhaimi memaparkan, Asprov sudah menjalankan 60 persen program kerja dalam 1,5 tahun dari empat tahun yang direncanakan. Selain meloloskan tim sepak bola NTB ke PON Aceh-Sumatera Utara, program kerja yang belum terealisasi adalah menggaet investor untuk klub-klub asal NTB di Liga 2. Program ini bisa berjalan jika sudah ada klub asal NTB yang menembus Liga 2 Nasional.
Selama empat tahun kepengurusan, sejumlah program dicanangkan. Terdiri dari program jangka pendek dan jangka menengah. Untuk jangka pendek, sudah empat program yang dilaksanakan dari lima yang direncanakan. Yakni pengadaan Sekretariat Asprov PSSI NTB. Memberikan hibah kepada klub anggota Asprov Rp 20 juta. ”Dua program ini belum pernah dilakukan PSSI NTB sebelumnya,” klaimnya.
Kemudian, peningkatan SDM pelatih lisensi C pada 2022 dan telah diprogramkan di tahun 2022/2023 untuk kursus wasit. Serta mendukung setiap open turnamen yang dilaksanakan di NTB. Sedangkan satu program yang belum terlaksana adalah perbaikan dan peningkatan sarana dan prasarana.
Suhaimi mengatakan, ada tiga program jangka menengah. Hingga saat ini satu program yang terlaksana yaitu penyelenggaraan kompetisi sepak bola wanita untuk pertama kalinya di NTB.
Selain dari program pokok tersebut, Asprov PSSI NTB juga memfasilitasi kegiatan Askab/Askot. Misalnya, penambahan klub untuk menjadi anggota Asprov PSSI NTB. Dimulai 2021, ada penambahan klub dari 14 menjadi 18 klub. Kemudian pada 2022 dari 18 menjadi 26 klub.
Selanjutnya di tahun 2021, klub dan SSB terafiliasi Asprov PSSI NTB berhasil menembus kompetisi pada semua level amatir di tingkat nasional, yaitu Liga 3, Piala Soeratin U-17, U-15, U-13 dan Piala Pertiwi.
”Jadi persoalan rangkap jabatan tidak mengganggu produktifitas pengurus Asprov PSSI NTB dalam berkarya dan melaksanakan semua yang telah diprogramkan,” tegasnya.
Suhaimi menambahkan, sejumlah SDM dari NTB seperti wasit, asisten wasit, dan pengawas pertandingan juga sudah berkiprah di kompetisi nasional. ”Kondisi ini tentu sangat membanggakan karena sebelumnya tidak seperti saat ini,” katanya. (puj/r8) Editor : Redaksi Desain Grafis