Hafid menjelaskan, ESI NTB sudah memastikan 19 atlet yang akan turun di Pra-PON esport. Mereka terbagi dalam empat divisi. Divisi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) terdiri dari enam orang, lima pemain inti dan satu pemain cadangan. Tim MLBB diisi Andre Alvarezha, M. Iskandar Muda, Riski Sandra Pangestu, M. Haekal Al Banis, Ariel Fahrezhi, dan I Gede Bagus Resa Pratama.
Pra-PON divisi MLBB akan diikuti 24 provinsi. Mereka akan dibagi dalam empat grup. Delapan tim terbaik lolos ke babak selanjutnya. Dari delapan tim tersebut, empat provinsi yang masuk semifinal lolos ke PON 2024.
Tim PUBG Mobile berisi lima orang, empat pemain inti dan satu cadangan. Tim ini diperkuat M. Reza Alpriyanto, Rahmad Akbar Maulidan, M. Arin Hidayatullah, M. Atip Azali, dan M Fadli Safiola. Tim NTB akan bersaing dengan 23 provinsi lainnya di babak penyisihan grup. Tiap grup berisi delapan tim. kemudian 16 tim teratas di akhir klasemen lolos ke final Pra-PON. ”Dari 16 tim diambil 12 tim untuk ke PON,” katanya.
Untuk divisi Free Fire, tim NTB diisi lima pemain. Yakni Lalu M. Azwadi, Ahmad Jaelani, M. Rizkiy Sahrozi, Nathan Patrick, dan Tio Firmansyah. Mereka akan bersaing dengan 23 provinsi yang dibagi dalam dua grup. Enam provinsi teratas dari dua grup tersebut lolos ke final Pra-PON. Dari babak final tersebut, delapan tim terbaik lolos ke PON.
Selain itu, NTB juga akan menurunkan tiga wakilnya dari divisi eFootbaal. Yakni Aldi Rohman asal Lombok Barat, Pranata Reksa asal Dompu, dan Lalu Sopian asal Lombok Tengah.
Sistem Pra-PON divisi eFootball dibagi dalam empat grup. Masing-masing grup berisi enam provinsi. Dua provinsi teratas dari masing-masing grup lolos ke babak final Pra-PON. Selanjutnya delapan provinsi terbaik di final lolos ke PON Aceh-Sumatera Utara 2024. ”Divisi Lokapala masih belum kita putuskan. Tapi timnya sudah terbentuk, tinggal kita lihat faktor-faktor lainnya,” tutur Hafid.
Lebih lanjut, Hafid mengatakan, ESI NTB menargetkan eFootball bisa lolos ke PON Aceh-Sumatera Utara 2024. Meskipun tiga divisi lainnya memiliki juga memiliki peluang. ”Provinsi lain ada yang diperkuat pemain liga profesional dan ini diperbolehkan. Tapi kita tetap harus berjuang maksimal dulu,” pungkasnya. (puj/r12)
Editor : Redaksi Lombok Post