Chandra menjelaskan, Hairil Anwar dan Jeren Kiring mengamankan tiket PON 2024 dari nomor shortboard putra. Mereka berhasil menembus babak delapan besar. Sedangkan satu atlet lainnya M. Yudi Satriawan lolos ke PON di nomor longboard putra. ”Alhamdulillah sekarang fokus kita memperbaiki untuk PON nanti,” katanya.
NTB menurunkan tujuh atlet di Pra-PON. Hairil Anwar, Govinda, Jeren Kiring, Bronson Meidy, Deni Islami, M. Yudi Satriawan, dan Dodo Wijaya. Mereka akan turun di dua nomor, short board dan long board.
Untuk nomor short board, PSOI NTB menurunkan empat atlet. Yakni Hairil Anwar, Govinda, Jeren Kiring, dan Bronson Meidy. Sementara nomor long board diikuti Deni Islami, M. Yudi Satriawan dan Dodo Wijaya.
Penentuan kelolosan atlet pada pelaksanaan babak kualifikasi PON
berdasarkan hasil akhir dari setiap nomor perlombaan. Hasil ini akan diakumulasi menjadi ranking provinsi. Nomor Shortboard Putra diambil peringkat 1 hingga 18 terbaik. Sedangkan nomor Longboard Putra diambil peringkat 1 sampai 12 terbaik.
Cabor selancar ombak menjadi salah satu cabor yang sudah dipertandingkan di PON Papua lalu. Saat itu, selancar ombak dipertandingkan sebagai cabor ekshibisi. ”Setelah ini kita ingin persiapkan tiga atlet ini lebih baik. Ini PON resmi pertama yang diikuti, semoga nanti bisa meraih medali emas,” tandasnya. (puj/r12)
Editor : Redaksi Lombok Post