Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mandalika Tidak Masuk Kalendar WSBK 2024

Lestari Dewi • Jumat, 27 Oktober 2023 | 09:53 WIB
Photo
Photo

 

LombokPost-Pecinta balap motor seri World Superbike (WSBK) akan kecewa. Balapan yang sudah dilaksanakan tiga tahun di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika ini tidak akan dilaksanakan 2024. Hal ini terungkap dari kalender sementara yang dikeluarkan Dorna Sports tidak tercantum jadwal WSBK di Mandalika pada 2024 mendatang.

Secara umum, ada 12 seri balapan yang rencananya dilaksanakan tahun depan. Balapan perdana digelar 22-25 Feburari di Sirkuit Phillip Island, Australia. Sebulan berselang, WSBK dilaksanakan di Sirkuit de Barcelona-Catalunya pada 22-24 Maret.

Belanda menjadi tuan rumah WSBK seri ketiga. Balapan yang dilaksanakan di TT Circuit Asset berlangsung 19-21 April. Selanjutnya balapan seri keempat dilaksanakan di Misano World Circuit, Italia pada 14-16 Juni. Seri kelima digelar di Donnington Park, United Kingdom pada 12-14 Juli.

Masih di bulan Juli, balapan keenam dilaksanakan di Autodrom Most, Republik Ceko pada 19-21 Juli. Portugal menjadi tuan rumah balapan seri ketujuh. Adu cepat digeber di Autodromo Internacional do Algarve pada 9-11 Agustus. Balapan seri delapan dilaksanakan di Balaton Park Circuit, Hungaria pada 23-25 Agustus.

Seri kesembilan dilaksanakan di Prancis. Balapan dipusatkan di Circuit de Nevers Magny-Cours pada 6-8 September. Italia menjadi tuan rumah kedua kalinya untuk seri kesepuluh, balapan dilaksanakan 20-22 September di Cremona Circuit.

Dua balapan terakhir atau seri ke-11 dan 12 dilaksanakan di Spanyol. Sirkuit Motorland Aragon menjadi tuan rumah seri ke-11 pada 27-29 September. Kemudian Circuito de Jerez-Angel Nieto menjadi tuan rumah balapan terakhir.

Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Nusantara Jaya Priandhi Satria yang dikonfirmasi mengatakan, jadwal yang telah dirilis tersebut bersifat sementara. Artinya, bisa berubah di penghujung tahun 2023 atau awal tahun 2024 berdasarkan kondisi setiap negara.

"Jadwal itu namanya profesional kalender atau jadwal perkiraan dari Dorna, jadi bukan jadwal yang sudah final," katanya, Kamis (26/10).

Priandhi menegaskan, MGPA sebagai pengelola sirkuit belum mendapatkan arahan dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pemilik Sirkuit Mandalika.

"Belum ada diskusi detail, hingga kini MGPA hanya menerima penugasan, menyelenggarakan event yang bekerja sama dengan ITDC," tambahnya.

Menyoal skema penyelenggaraan WSBK, sambung dia, ITDC terlebih dahulu akan membayarkan hosting fee kepada Dorna Sport. Setelah disetujui, dilanjutkan penunjukkan untuk pengelolaan acara kepada MGPA.

Ada atau tidaknya penyelenggaraan WSBK 2024 di Sirkuit Mandalika, kata dia, sepenuhnya di tangan ITDC selaku pemilik Sirkuit Mandalika. Ini sesuai keputusan apakah hosting fee akan dibayarkan atau tidak oleh ITDC kepada Dorna.

"Jadi WSBK dan MotoGP ini yang berkomunikasi adalah ITDC, bukan MGPA. ITDC berkomunikasi dengan Dorna, kemudian ITDC membayarkan hosting fee ke pada Dorna," jelas Priandhi.

Pria berkacamata ini mengaku, saat ini pihaknya diminta untuk membuat proposal kajian tentang keuntungan atau kerugian jika menyelenggarakan kegiatan WSBK. Mengingat selama tiga tahun terakhir, MGPA berhasil menurunkan biaya event pengeluaran.

"Lalu pemasukannya juga dihitung untung ruginya seperti apa," katanya. "Kami tidak hanya menghitung untung rugi dari perusahaan saja, namun juga efek ekonomi masyarakat setempat yang dapat ditimbulkan dari kegiatan ini," tambahnya mengakhiri.

Sebelumnya pada bulan Juni lalu, Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata atau Indonesian Journey (InJourney), Dony Oskaria dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI mengaku, jika WSBK Mandalika rugi sampai Rp 100 miliar.

"Mandalika ini kita melakukan utang terhadap pembangunan infrastruktur, sehingga akibatnya muncul depresiasi di dalamnya, muncul biaya cicilan di dalamnya, dan muncul biaya maintenance yang mana investasi ini tidak memberikan revenue tambahan," kata Dony.

Faktanya Mandalika punya kontrak dengan Dorna untuk menyelenggarakan WSBK sampai tahun 2025. "MotoGP biaya operasionalnya tertutup, tapi yang WSBK ini menunjukkan kerugian," tambah Dony. (puj/ewi/r12)

Editor : Pujo Nugroho
#WSBK #MGPA #Dicoret #wsbk 2024 #ITDC #Dorna