LombokPost-Mauricio Pochettino mempertaruhkan reputasi FA dengan menuntut perlakuan adil terhadap Chelsea di final Piala Carabao, Minggu (25/2).
Bos The Blues ini merasa timnya sangat dikecewakan oleh ofisial ketika mereka kalah 4-1 di Anfield bulan lalu.
Dan dia ingin memastikan wasit final piala Chris Kavanagh tidak terpengaruh oleh emosi dari pertandingan terakhir Jurgen Klopp di Wembley.
Baca Juga: Liverpool Siap Mati-matian Menangkan Final Piala Liga Demi Bos Tercinta Jurgen Klopp
''Saya ingin diperlakukan secara adil! Yang perlu kita yakini adalah bahwa kita akan bersikap adil dalam setiap keputusan,'' tandas Poch dikutip dari mirror.co.uk, Sabtu (24/2).
Dia mengungkapkan, saat betandang ke Liverpool, dia merasa tidak ada satu pun keputusan penting yang diberikan kepada timnya.
''Dua penalti tidak diberikan. Duel, 50/50, selalu warna lain,'' keluhnya.
Baca Juga: City Dan Arsenal Terus Buntuti Liverpool Di Liga Inggris
Dalam kesempatan itu mantan pelatih PSG itu mengakui, dirinya adalah salah satu orang pertama yang mengatakan Liverpool adalah klub yang luar biasa. Klopp adalah salah satu pelatih terbaik di dunia.
''Tapi setelah pengalaman terakhir saya, bermain di sana, apa yang saya inginkan di Wembley adalah pergi ke sana dan tidak ada seorang pun yang merasakan tekanannya, bagi orang-orang di sekitar, yang merasakan tekanan tersebut, Anda mengerti?'' timpal Pochettino.
''Tidak ada tekanan untuknya. Mungkin bagi orang-orang yang ingin merayakan bersama Liverpool karena dia akan pergi… Ini musim terakhirnya di sini, kami ingin orang-orang memberi atau melihat hal-hal dengan cara yang sama untuk kedua tim,'' lanjut dia.
Mauricio Pochettino bercanda bahwa dia akan pergi ke final Piala Carabao hari Minggu tanpa maskot keberuntungannya.***
Editor : Alfian Yusni