Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

MRS 2024: Empat Pembalap NTB Turun di Kelas Baru

Galih Mega Putra S • Senin, 27 Mei 2024 | 11:51 WIB
BIBIT PEMBALAP BARU: Pembalap cilik Valera Octavianus naik podium pada kelas Junior Sport 150 cc di ajang Pertamina MRS 2024 di Sirkuit Internasional Mandalika,(26/5). (MGPA FOR LOMBOK POST))
BIBIT PEMBALAP BARU: Pembalap cilik Valera Octavianus naik podium pada kelas Junior Sport 150 cc di ajang Pertamina MRS 2024 di Sirkuit Internasional Mandalika,(26/5). (MGPA FOR LOMBOK POST))

LombokPost-Ajang balapan motorsport Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2024 Ronde kedua berlangsung sukses dan lancar.

Dari lima kelas yang dipertandingkan, salah satu kelas yang baru adalah kelas Junior Sport 150 cc yang diikuti 20 pembalap.

”Maksimal umur pembalap yang ikut serta adalah 15 tahun, dari 20 pembalap ada empat orang berasal dari NTB,” ungkap Direktur Pride Arief Syachbani pada wartawan di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (26/5).

Keempat pembalap asal NTB antara lain, Rafael Castillo, Muhammad Dzubiyan Al Aufadhia, Sultan Fadila dan Keylano Richi Putera Hulaefi.

Mereka bersama-sama dibawah naungan Galak's Team. Meski belum berhasil naik podium, setidaknya Rafael Castillo berada di posisi keempat dengan catatan waktu 17:30:727.

Sementara, pembalap Valera Octavianus dari Bethar Motor JPNW Racing Team berhasil mencatatkan waktu 17:21:472 pada garis finish.

Posisi runner up diraih Fadil Algassanu Priyadi dari tim Yamaha BAF, berhasil mencatatkan waktu 17:29:837.

Posisi ketiga diraih Ziven Rozul Abiy dengan catatan waktu 17:29:937.

Arief menuturkan walau hanya menurunkan empat pembalap, ini menjadi kemajuan bagi NTB pada ajang balapan motorsport. Karena Kejurnas MRS 2024 memang dibuka untuk memberikan kesempatan bagi pembalap muda se-Indonesia.

”Ini konsep pembinaan yang kita dukung dalam menjaring bibit-bibit pembalap,” terangnya.

Menurut Arief, pembalap asal NTB mampu bersaing sesuai spesifikasi.

Tinggal bagaimana terus dilatih dan diberikan pembinaan, apalagi sebagai putra Lombok telah memiliki Sirkuit Internasional Mandalika.

”Seharusnya kehadiran sirkuit ini membuat mereka semakin rajin untuk berlatih, menjadi tuan dirumah mereka sendiri,” katanya.

Lebih lanjut, Arief mengatakan sebagai promotor perlu berkolaborasi dengan pihak sponsor untuk kelanjutan kiprah pembalap junior.

”Ini perlu didiskusikan lagi, mengingat usia mereka berpotensi untuk kembangkan keterampilan,” tandasnya.

Terpisah, Ketua KONI NTB Mori Hanafi mengatakan ikut sertanya pembalap cilik asal NTB menjadi kebanggaan bagi daerah.

Mereka yang berkompetisi pada ajang MRS 2024 juga akan berlaga pada PON 2028.

”Ajang ini menjadi persiapan berlatih mereka dalam menghadapi PON 2028 ke depan,” ujarnya.

Menurut Mori, pemerintah dan KONI NTB tidak akan lepas tangan begitu saja.

Meski diakui, olahraga balapan ini terbilang olahraga mahal sehingga memerlukan adanya sponsor.

”Kita akui belum optimal, tapi tentulah kita dukung ya. Kita perlu siapkan sponsor khusus yang bisa memback-up,” pungkasnya. (ewi/r12)

Editor : Marthadi
#pembalap #Mandalika #Kejurnas