LombokPost-Asprov PSSI NTB memastikan mulai menggelar kompetisi Liga 4 awal tahun depan. Kompetisi ini merupakan perubahan dari Liga 3 yang pada musim-musim sebelumnya bergulir. ”Rencana pekan kedua Januari sudah mulai,” ujar Wakil Ketua Asprov PSSI NTB Suhaimi.
Suhaimi menjelaskan pendaftaran peserta Liga 4 dibatasi hingga 30 Desember. Klub yang menjadi anggota atau calon anggota Asprov PSSI NTB bisa mendaftar. Sementara untuk lokasi pertandingan belum diputuskan. ”Rencananya di dua lokasi. Pulau Lombok dan Sumbawa,” katanya.
Namun sampai saat ini, belum ada klub dari Pulau Sumbawa yang mengajukan diri sebagai tuan rumah. Sehingga jika sampai batas terakhir pendaftaran tidak ada yang mengajukan tuan rumah, maka pertandingan Liga 4 seluruhnya digelar di Pulau Lombok.
Klub peserta Liga 4 tersebar di Pulau Sumbawa sebanyak 12 klub dan Pulau Lombok 17 klub. Klub yang berasal dari Pulau Lombok yakni PS Mataram, PS Bima Sakti, PS Fatahillah 354, INFA FC, Bintang Ampenan, Andalan FC, Redwood, Perslobar, Lombok FC, dan Garuda Muda.
Kemudian, PS Bintang Kejora, Perslotim, dan PS Hamzanwadi. Tiga klub asal Loteng yakni PSLT, PS Seleparang Raya, Mandalika FC, dan PS Daygun.
Selanjutnya 12 klub berada di wilayah Pulau Sumbawa. Yakni Galaxy FC, Persekobi, Bima United, PSKT, Cordova University, Panser FC, Bomber FC, Lebah FC, PS Sumbawa, Persisum, Persebi, dan Persidom.
Jenjang kompetisi liga Indonesia sebelumnya terdiri dari tiga liga, yaitu Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, dimana Liga 1 merupakan kasta tertinggi dan Liga 3 adalah kasta terendah. Maka dari itu, jika Liga 4 jadi digelar, kompetisi ini akan menjadi kompetisi level terendah dalam liga sepakbola Indonesia.
Dengan bertambahnya kompetisi sepak bola diharapkan Hal itu pembinaan pemain bisa maksimal sehingga jumlah pemain berbakat dengan kualitas mumpuni di level tertinggi lebih banyak. ”Nanti pemenang dan runner up Liga 4 Asprov PSSI NTB melaju ke putaran nasional,” tandasnya. (puj/r12)
Editor : Rury Anjas Andita