Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Fatoni Geser Posisi Arai di Podium Satu, Race Kedua MRS 2025 Kelas 250 CC

Lestari Dewi • Senin, 14 April 2025 | 10:15 WIB
SENGIT: Ketiga juara pada kelas National Sport 250 CC race kedua ajang Mandalika Racing Series (MRS) 2025 berfoto berswafoto di atas podium Sirkuit Internasional Mandalika, Loteng (13/4).
SENGIT: Ketiga juara pada kelas National Sport 250 CC race kedua ajang Mandalika Racing Series (MRS) 2025 berfoto berswafoto di atas podium Sirkuit Internasional Mandalika, Loteng (13/4).

 

 

LombokPost-Race kedua kelas National Sport 250 CC dalam ajang Mandalika Racing Series (MRS) 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika penuh kejutan. Pembalap Muhamad Murobil Fatoni berhasil menggeser posisi Arai Agaska Dibani Laksana di podium satu. Disusul posisi kedua yaitu Gery Salim dan Candra Hermawan berada diposisi ketiga. Sedangkan Arai harus puas di posisi keenam pada race kedua.

Awal balapan, Arai Agaska sempat memimpin balapan dengan saling kejar dengan Muhamad Murobil Fatoni, disusul Chandra Hermawan dan Gery Salim dibelakangnya. Hingga menjelang lima lap terakhir, Irfan Ardiansyah berhasil menyusul ke posisi kedua. Sedangkan pembalap M Syirat Sauqi yang sempat naik podium pada race pertama mengalami crash pada lap kelima.

Mendekati dua lap terakhir, Arai Agaska cukup dikejutkan dengan kedatangan Andi Gilang dari dalam dengan overtaking yang sangat cantik. Sedangkan Gary Salim berada di posisi kelima berhasil menyusul ke posisi ketiga pada last lap.

Situasi balapan semakin memanas, para pembalap tak ingin kehilangan kesempatan dan seakan terus memepet posisi Arai Agaska di lap terakhir. Hingga akhirnya Arai Agaska menempati posisi keenam ditinggalkan pembalap Muhammad Murobil Fatoni, Gery Salim, Candra Hermawan

Pembalap tim MS Glow Forman Racing Gery Salim mengucapkan terima kasih, atas dukungan seluruh tim, khususnya tim mekanik yang ciamik menyetel kuda besinya di lintasan. Gary tak menyangka berada di posisi kedua, sebab pada race pertama berada di peringkat delapan.

”Baru ini berada di posisi kedua, kemenangan ini karena settingan motor cukup bagus pada race kedua,” ucap Gary pada wartawan, Minggu (13/4).

Selama balapan, diakui kondisi lintasan cukup panas namun ia yakin panasnya aspal sesuai dengan grade yang dibutuhkan suatu sirkuit. ”Saya merasa pertemuan ban motor dengan aspal lintasan sangat bagus,” tuturnya.

Posisi ketiga diraih pembalap Candra Hermawan. Menurutnya, hawa balapan di race kedua berlangsung seru dan panas. Namun dirinya tetap fokus dan menjaga ritme balapan. Pembalap asal Lumajang itu tak ingin mengulang kesalahan yang sama pada race pertama dimana crash di atas lintasan.

”Cukup senang bisa di posisi ketiga, karena race pertama ada peluang besar namun saya teledor sehingga jatuh. Pada race kedua ini lebih hati-hati saja sih,” ujarnya.

Candra mengaku situasi lintasan berlangsung seru dirinya sempat berupaya masuk ke posisi pertama. Namun gagal dipertahankan karena cukup sulit dengan situasi balapan di lintasan. Walau dari setelan motor sebenarnya tidak ada masalah. ”Cuma karena panas saja hawanya jadi mengendor,” katanya dengan raut wajah cukup kecewa.

Sementara pembalap Muhamad Murobil Fatoni sukses naik di posisi pertama pada kelas yang sama. Kemenangan ini sekaligus menjawab semua pertanyaan yang meragukan dirinya mampu atau tidak membawa kuda besi 250 CC tersebut. ”Alhamdulillah pada race kedua bisa naik podium satu, setelah melewati berbagai drama pada race satu lalu,” kata dia.

Pantauan Koran ini, selama balapan Fatoni tampak membuntuti pembalap Arai Agaska Dibani Laksana. Hingga mendekati dua lap terakhir dirinya berhasil meninggalkan Arai di belakang. ”Kenapa kejar mungkin lebih ke hemat ban motor. Saya merasa ban motor sudah mau habis. Sehingga tiga lap terakhir gas mulai berkurang dan saya push,” kata Fatoni.

Terpisah, Direktur Utama Mandalika Grandprix Association (MGPA) Priandhi Satria mengatakan gelaran MRS 2025 mengalami peningkatan jumlah pembalap dari 125 starter menjadi 136 starter.

Kejurnas MRS 2025 ini mempertandingkan empat kelas. Yakni, Sport 250, Sport 150, Junior Sport 150 U-15, Supersport 600 serta Supporting Class Underbone 150 U-25, 250 Community, Supersport & Superbike Community.

Dalam kejurnas ini, pihaknya akan memilih empat orang dari putaran satu, dua, tiga hingga empat. Siapa pembalap yang nilainya bagus, Mulai dari nilai, karakter dan sebagainya untuk diberangkatkan ke VR46 Riders Academy.

”Sebagai upaya untuk membawa pembalap-pembalap muda Indonesia melihat bagaimana menjadi pembalap internasional ada gambaran, sebab kita harap pembalap ini bisa juara ke tingkat Asia hingga dunia,” tutup dia. (ewi/r8)

Editor : Pujo Nugroho
#Mandalika Racing Series #Arai Agaska #Sirkuit Internasional Mandalika