LombokPost - Setelah digebuk Bournemouth 1-2 di kandang sendiri, Emirates Stadium yang biasanya jadi benteng justru berubah jadi arena mimpi buruk buat Arsenal.
Sabtu (3/5/2025) malam itu, The Gunners kembali tampil loyo dan makin jauh dari segala bentuk kejayaan musim ini.
Padahal sempat unggul lewat gol Declan Rice di menit 34, anak-anak asuhan Mikel Arteta malah buyar di babak kedua.
Bournemouth bukan tim yang biasa diajak pamer kekuatan, tapi Dean Huijsen (67') dan Evanilson (75') sukses bikin publik London utara bungkam.
Ini bukan cuma soal kalah. Ini soal tren negatif yang belum ketemu ujungnya.
Dari empat laga terakhir di Premier League, Arsenal cuma sekali menang. Gelar juara sudah resmi kabur ke tangan Liverpool, dan sekarang zona Liga Champions pun mulai goyang.
Saat ini Arsenal masih duduk di posisi dua klasemen dengan 67 poin dari 35 pertandingan.
Tapi Manchester City sudah ngintip dari belakang dengan 64 poin, juga dari 35 laga.
Newcastle yang duduk di peringkat empat punya 62 poin tapi baru main 34 kali—alias masih ada satu laga tabungan yang bisa bikin Arsenal makin kepanasan.
Kalau malam ini Newcastle berhasil ngeruk tiga poin dari Brighton, jarak ke Arsenal tinggal dua poin saja. Itu artinya: tekanan makin gila buat Arteta dan anak buahnya di sisa musim.
Belum lagi Chelsea dan Nottingham Forest yang juga ngintip dari luar zona empat besar.
Dua tim ini sama-sama punya 60 poin dari 34 pertandingan, dan bisa makin dekat kalau mereka menang di laga masing-masing.
Chelsea jumpa Liverpool malam ini, sementara Forest akan adu nasib lawan Crystal Palace Selasa dini hari.
Intinya? Musim Arsenal yang sempat menjanjikan kini rawan jadi kisah kegagalan lagi.
Dari calon kampiun, mereka berubah jadi tim yang harus mati-matian bertahan demi sekadar tampil di Liga Champions musim depan.(***)
Editor : Alfian Yusni