Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Semen Padang FC Bangkit dari Neraka Degradasi, Madura United Dibungkam di Menit Akhir

Alfian Yusni • Minggu, 4 Mei 2025 | 20:33 WIB
M Ridwan pemain pengganti Semen Padang FC melakukan selebrasi usai mencetak gol kemenangan. (Foto: instagram)
M Ridwan pemain pengganti Semen Padang FC melakukan selebrasi usai mencetak gol kemenangan. (Foto: instagram)

LombokPost - Semen Padang FC akhirnya memecah kebisuan di Stadion H. Agus Salim, Padang, Minggu sore (4/5), dengan drama 2-1 atas Madura United.

Di pekan ke-31 Liga 1 2024/2025 ini, tuan rumah keluar dari lubang jarum zona degradasi, menyingkirkan Barito Putera dan mengumpulkan 31 poin yang super vital.

Pertandingan ini bukan cuma soal tiga poin. Ini tentang harga diri, tekanan mental, dan keinginan bertahan hidup di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Semen Padang datang dengan misi survive or die. Dan mereka memilih yang pertama.

Dari menit awal, Firman Juliansyah bikin dua ancaman beruntun ke pertahanan Madura United meski belum ada yang betul-betul bikin jantung deg-degan.

Tapi Madura juga tidak datang buat main-main. Menit ke-5, Taufany Muslihuddin mencoba refleks kiper Semen Padang, sayangnya bola masih bersahabat dengan tiang.

Menit ke-8 sempat muncul euforia palsu. Tin Matic nyekor dari situasi lemparan ke dalam, tapi  wasit Thoriq Alkatiri menganulir karena pelanggaran ke Haudi Abdullah. Gol batal, skor tetap 0-0.

Babak pertama jadi panggung pertarungan dua tim yang sama-sama ketakutan jatuh ke jurang degradasi. Intens, tapi buntu.

Miswar Saputra jadi tembok kokoh buat Madura, sedangkan lini belakang Semen Padang juga tampil disiplin. Sampai peluit jeda babak pertama, penonton cuma disuguhkan skor kacamata.

Baru di babak kedua, tensi pecah. Menit ke-52, Bruno Gomes ngelakuin aksi solo di sisi kiri, kasih umpan manis ke Cornelius Ezekiel Stewart, dan boom! Gawang Madura koyak. Stadion meledak. Tapi euforia itu cuma bertahan delapan menit.

Madura United tidak tinggal diam. Menit ke-60, Jordy Wehrmann memanfaatkan kemelut di depan gawang usai tendangan Miljan Skrbic mental kena mistar. Wehrmann langsung sikat bola liar, bikin skor imbang 1-1. Game on!

Madura United terus tancap gas mengejar kemenangan. Mereka lempar pemain ofensif kayak Iran Junior dan Youssef Ezzejjari, tapi benteng Semen Padang cukup kokoh. Bola selalu mentah. Frustrasi makin terasa.

Dan seperti film laga kelas B yang penuh twist, Semen Padang bikin ending yang epik. Menit ke-90+2, Pagamo nyepak bola ke arah gawang, disambut Ridwan yang baru masuk di menit 81.

Sundulan mautnya bikin Miswar Saputra bengong. Gol dramatis itu jadi pemecah kebuntuan, sekaligus vonis buat Madura United.

Skor akhir: 2-1. Semen Padang naik satu level dari jurang degradasi. Madura United harus gigit jari. Di Liga 1, kadang yang paling bertahan bukan yang paling keren, tapi yang paling nekat. Dan malam itu, Semen Padang yang nekat dan menang.(***)

Editor : Alfian Yusni
#liga 1 #hasil pertandingan #Madura united #Semen Padang FC