LombokPost - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lombok Barat Abubakar Abdullah memberikan dukungan penuh terhadap NTB menjadi tuan rumah PON 2028 mendatang.
Menurutnya, PON akan menjadi momentum yang luar biasa bagi kemajuan NTB. Tidak hanya dari sisi olahraga tetapi sosial ekonomi hingga pariwisata NTB.
”Tidak semua daerah punya kesempatan menjadi tuan rumah. Ini adalah event empat tahun sekali yang harus ditangkap peluangnya,” kata Abubakar.
Dia memaparkan jika di Indonesia terdapat 37 provinsi.
Jika masing-masing provinsi menunggu giliran untuk menjadi tuan rumah, maka butuh ratusan tahun bagi NTB agar bisa kembali menangkap peluang ini.
Bahkan jika dua provinsi diberikan menjadi pelaksana setiap empat tahun, maka Provinsi NTB butuh waktu sekitar 70 tahun.
”Ini special moment yang seharusnya pemerintah daerah menangkap peluang ini. Event nasional semacam ini punya dampak yang positif terhadap pertumbuhan daerah,” tegasnya.
Sehingga sebagai Ketua KONI Lobar, Abubakar sangat mendukung NTB menjadi tuan rumah PON 2028.
Persoalan kemudian bagaimana persiapannya, masih ada waktu tiga tahun mempersiapkannya. Dia juga yakin pemerintah pusat tidak akan tinggal diam.
Terlebih NTB merupakan basis suara pemilih Presiden RI Prabowo Subianto.
”Saya rasa Pak Presiden akan mendukung penuh. Karena beliau juga lumbung suaranya tinggi di NTB,” yakinnya.
Hal terpenting yang dilakukan saat ini menurut Abubakar adalah bagaimana negosiasi Pemprov NTB ke pemerintah pusat agar PON dilaksanakan sesuai rencana.
Ajang ini ditegaskannya akan menjadi promosi pariwisata gratis bagi NTB.
Jangan sampai akibat keraguan, justru NTB kehilangan momentum.
”Pak bupati juga sudah menyampaikan siap memberikan dukungan. Jadi saya yakin daerah lain juga demikian,” tandasnya.
Dalam pelantikan Ketua KONI Lobar, Bupati Lalu Ahmad Zaini sebelumnya memang menyampaikan jika dirinya siap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan PON.
Begitu NTB resmi dinyatakan sebagai tuan rumah, Bupati menyatakan siap mengambil langkah memberikan dukungan untuk pelaksanaan PON 2028.
”Jika sudah pasti, maka saya akan anggarkan untuk kebutuhan PON khusus di Lombok Barat,” kata Zaini. (ton/r8)
Editor : Kimda Farida