LombokPost - Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) kembali akan digelar di Sky Lancing, Desa Mekarsari, Lombok Tengah pada 22-25 Mei. Dari data sementara tercatat atlet Indonesia menjadi yang terbanyak mendaftar.
Dari data yang dihimpun Koran ini, sudah ada 33 atlet asal Indonesia yang mendaftar sebagai peserta PGAWC Seri Ketiga tersebut. China menjadi yang kedua tertinggi dengan 10 atlet. Disusul Arab Saudi sebanyak 9 atlet, Malaysia 5 atlet, Korea Selatan dan Turki masing-masing 2 atlet. Kemudian Serbia, India, Prancis, China Taipei, Hongkong, dan Uni Emirate Arab 1 atlet.
Panitia Pelaksana Roy Rahmanto menjelaskan status tuan rumah seharusnya dimanfaatkan atlet-atlet Indonesia untuk mendaftar. Karena ini bisa menambah jam terbang dan pengalaman mereka. ”Jangan sampai justru atlet dari negara lain yang antusias. Tapi kita tidak,” katanya.
Sesuai dengan aturan yang diterapkan PGAWC, bahwa peserta hanya dibatasi maksimal 80 peserta dengan rangking dunia terbaik yang diseleksi berdasarkan WPRS (World Pilot Ranking System) yang tercatat pada web resmi induk aerosport dunia (FAI).
Pada tahun 2025, PGAWC pembuka akan dilaksanakan di Nong Khai Thailand pada 13 Februari lalu. Kemudian seri kedua akan digelar di Alanya, Turki pada 24 April. Sedangkan seri keempat dilaksanakan di Wasserkuppe, Jerman pada 28 Agustus dan seri terakhir Super final di Hubei-China pada 24 September.
Penetapan Sky Lancing Lombok sebagai tuan rumah kejuaraan paralayang internasional PGAWC tidaklah mudah dan telah melalui proses yang panjang salah satunya adalah survey lokasi yang dilakukan langsung pihak PGAWC dan mengikuti proses bidding pada 2022. Kemudian hasil bidding menetapkan Sky Lancing Lombok berhak menggelar salah satu seri PGAWC untuk tiga tahun mulai 2023-2025.
Menurut Roy, event PGAWC memiliki dampak strategis. Baik skala nasional maupun lokal. Dari sisi atlet nasional, PGAWC menjadi bergengsi guna menaikkan peringkat atlet paralayang nasional di kancah internasional.
”Tujuan event ini untuk mempermudah atlet indonesia memperbaiki peringkat secara internasional,” tuturnya.
Di lain sisi, keberadaan PGAWC yang digelar di Lombok bisa meringankan biaya atlet nasional untuk berlaga di kancah internasional. Pihak pengelola Sky Lancing menjelaskan, sebagai venue paralayang, Sky Lancing sudah sangat dikenal atlet mancanegara. Pihaknya berkomitmen untuk terus menyelenggarakan event-event bergengsi di Sky Lancing.
"Event ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh pilot lokal. Ini ajang menguji kemampuan dan menambah pengalaman, jangan sampai dilewatkan," pungkas Roy. (puj/r8)
Editor : Pujo Nugroho