LombokPost - Sorakan “booo” yang menggema di Anfield bukanlah hal yang biasa bagi seorang bintang seperti Trent Alexander-Arnold.
Saat Liverpool menjamu Arsenal di laga lanjutan Premier League, bek andalan The Reds itu mendapat sambutan yang tak bersahabat dari sebagian fans saat turun bermain di 23 menit terakhir pertandingan.
Alih-alih disambut hangat, Alexander-Arnold justru jadi sasaran kekecewaan. Beberapa suporter memilih menyanyikan chant untuk Steven Gerrard dan Conor Bradley, lalu berbalik menyuarakan ketidakpuasan terhadap Trent dengan teriakan “booooo” tiap kali ia menyentuh bola.
Di tribun The Kop, bahkan terdengar chant kasar yang ditujukan kepada klub Real Madrid, menandakan suasana emosional yang memuncak.
Pelatih kepala Liverpool, Arne Slot, yang baru saja mengawali eranya di Anfield, tidak tinggal diam. Dalam wawancara dengan Sky Sports, Arne memberikan respons bijak sekaligus pembelaan tegas kepada sang pemain.
“Setiap orang di Eropa, termasuk di Liverpool, berhak punya pendapat. Ada yang kecewa, ada juga yang mendukung dan bertepuk tangan. Tapi saya lihat, di akhir laga, reaksi fans mulai membaik,” ujar Arne Slot.
Ia menekankan bahwa keputusan memainkan Trent didasari pertimbangan taktik, bukan popularitas semata.
“Dia memberi dua sampai tiga umpan luar biasa yang nyaris berbuah gol. Itu alasan saya menurunkannya. Kami hampir menang, dan kontribusinya sangat berarti.”
Lebih lanjut, Arne menegaskan bahwa ia akan selalu berdiri di belakang para pemainnya.
“Para pendukung boleh bereaksi sesuai kehendak mereka. Tapi sebagai pelatih, saya punya tanggung jawab untuk mendukung pemain-pemain yang saya latih. Mereka adalah bagian dari tim ini, dan mengenakan seragam merah yang kami banggakan.”
Situasi ini mencerminkan tantangan awal yang harus dihadapi Arne sebagai manajer baru, terutama dalam membangun kembali kepercayaan fans terhadap tim.
Sementara Trent, meski mendapat tekanan besar dari tribun, justru menunjukkan kelasnya dalam waktu bermain yang terbatas.
Pertanyaannya kini, akankah Trent Alexander-Arnold mampu membungkam kritik lewat performa gemilang di laga-laga berikutnya? (***)
Editor : Alfian Yusni