LombokPost - Harapan Manchester United untuk menyelamatkan musim buruk mereka hancur di San Mames. Bermain melawan Tottenham Hotspur di final Liga Europa 2025, pasukan Ruben Amorim kalah tipis 0-1. Penampilan buruk dua pemain kunci, Bruno Fernandes dan Luke Shaw, menjadi sorotan utama dalam laga ini.
Final Liga Europa 2025 ini menjadi ajang pembuktian, namun Manchester United justru tampil melempem. Bruno Fernandes gagal mengangkat performa tim, sementara Luke Shaw tampil paling mengecewakan dengan kesalahan krusial di lini pertahanan. Hasil Manchester United vs Tottenham ini memperpanjang catatan buruk Setan Merah musim ini.
Satu-satunya gol tercipta di menit ke-40, ketika Brennan Johnson memanfaatkan kelengahan Shaw dan Dorgu untuk menyarangkan bola ke gawang Andre Onana. Gol itu menjadi pembeda dalam laga yang minim kualitas, bahkan cenderung membosankan untuk ukuran laga final antar dua tim Premier League.
Satu-satunya harapan muncul dari Amad Diallo, yang menjadi pemain paling aktif menyerang. Ia menciptakan beberapa peluang, namun minim dukungan dari lini tengah.
Garnacho yang masuk di babak kedua juga tampil lebih hidup dibanding Mason Mount yang tampil sejak menit awal namun minim kontribusi.
Keputusan pelatih Ruben Amorim pun menuai kritik. Ia dianggap terlalu berisiko memainkan Leny Yoro yang belum sepenuhnya fit, dan tetap mempercayai Shaw yang sejak awal comeback sudah tampil buruk. Pilihan memasukkan Mount ketimbang Garnacho sejak awal juga jadi pertanyaan besar.
Manchester United vs Tottenham di final Liga Europa 2025 ini menjadi penutup musim menyedihkan Setan Merah.
Kekalahan ini bukan hanya soal taktik, tapi juga minimnya semangat juang para pemain. Tidak ada yang benar-benar layak menyandang status pahlawan dalam laga ini.
Kekalahan dari Tottenham di final Liga Europa membuat MU menyudahi musim tanpa trofi. Dengan performa buruk dari pemain seperti Bruno Fernandes dan Luke Shaw, publik Old Trafford kini menuntut evaluasi besar-besaran. Musim panas 2025 akan jadi momen penting bagi masa depan Amorim dan skuadnya. (***)
Editor : Alfian Yusni