LombokPost - Liga 1 musim 2024-2025 resmi berakhir, dengan tiga tim harus menerima kenyataan pahit terlempar ke Liga 2. PSS Sleman, Barito Putera, dan PSIS Semarang. Ketiga tim ini menempati posisi terbawah klasemen akhir.
Meskipun PSS Sleman dan Barito Putera berhasil meraih kemenangan di pekan terakhir, hasil tersebut tidak cukup menyelamatkan mereka.
PSS Sleman sukses menundukkan Madura United 3-0 di laga tandang, dengan gol-gol dari Betinho, Gustavo Tocantins, dan Marcelo Cirino.
Sementara itu, Barito Putera juga membawa pulang kemenangan 2-1 dari markas PSIS Semarang.
Namun, harapan mereka sirna setelah Semen Padang meraih poin penuh dari kandang Arema FC.
Kemenangan ini memastikan Semen Padang mengamankan satu tempat di Liga 1 musim depan, mengakhiri musim di peringkat ke-15 dengan 36 poin dari 34 pertandingan.
Mereka unggul dua poin dari PSS Sleman dan Barito Putera yang sama-sama mengoleksi 34 poin. Sementara itu, PSIS Semarang yang finis di peringkat 18 hanya mengumpulkan 25 poin.
Nasib PSS Sleman menjadi sorotan khusus. Sejatinya, mereka bisa saja lolos dari jurang degradasi andai tak terganjal sanksi Komdis PSSI. PSS Sleman dihukum pengurangan 3 poin dan denda Rp 150 juta akibat kasus match fixing di Liga 2 tahun 2018.
Hukuman ini membuat PSS Sleman memulai Liga 1 2024-2025 dengan minus tiga poin. Jika sanksi tersebut tidak diberikan, PSS Sleman akan mengoleksi 39 poin di akhir kompetisi, menempatkan mereka di peringkat ke-13 klasemen akhir dan terhindar dari degradasi.
Sebagai perbandingan, Madura United yang berada di peringkat ke-16 berhasil selamat dengan keunggulan satu angka dari PSS dan Barito Putera.
Sementara itu, PSIS Semarang sudah dipastikan turun kasta beberapa pekan sebelumnya.
Performa mengecewakan sepanjang musim 2024-2025 membuat Laskar Mahesa Jenar terpuruk di papan bawah.
Kesulitan finansial berupa penunggakan gaji pemain disinyalir menjadi salah satu faktor utama yang menghambat mereka untuk tampil maksimal.
Dengan berakhirnya Liga 1, ketiga tim ini kini harus mempersiapkan diri untuk kembali bersaing di kasta kedua sepak bola Indonesia, Liga 2, di musim depan.
Editor : Pujo Nugroho