Lombok Post- Hari kedua Track Day Ride in Track berlangsung meriah dan penuh semangat di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah.
Yang membuat momen spesial ini adalah hadirnya 10 atlet pembalap muda berprestasi Indonesia.
Mereka adalah Arai Agazka, Rafael Castillo, Andra Ariasetiya, M. Dzubian, Mikhail Zafran, Gian M Gibran, dan Sultan Fadila yang ikut pemanasan bersama 35 peserta lainnya dari Rusia, Jerman, Amerika Serikat, dan Indonesia.
Track day yang berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu lalu, merupakan agenda rutin dari tim Ride in Track, yang telah menjadi langganan Sirkuit Mandalika.
Baca Juga: MGPA Buka Akses Sirkuit Mandalika untuk Komunitas Otomotif, Nikmati Sunset di Tikungan 10
Tim ini dikenal tidak hanya menghadirkan pengalaman berkendara di lintasan, tetapi juga menyediakan pelatihan profesional bagi peserta pemula, menjadikan acara ini inklusif bagi semua kalangan.
Kegiatan diawali dengan pemaparan safety induction dan pengenalan Company Profile (ComPro) Sirkuit Mandalika melalui video. Selain itu, para peserta juga diberi arahan terkait Anjuran & Larangan saat berada di perjalanan, sebagai bagian dari komitmen terhadap keselamatan.
“Semua peserta kami menjelaskan secara detail tentang keselamatan di dalam perjalanan, termasuk hal-hal yang diperbolehkan dan yang dilarang. Ini penting untuk menciptakan pengalaman berkendara yang aman dan menyenangkan,” ujar PIC Motorsport Roda Dua MGPA Joice Maria Tejo, Sabtu (24/5).
Baca Juga: GT World Challenge Asia Sukses dengan Beragam Dampak Ekonomi
Agus, salah satu peserta dari Bali mengungkapkan kepuasannya setelah mengikuti track day, "Enak, puas, worth it.
Pokoknya Sirkuit Mandalika sangat wow! Semoga ke depannya tambah top dan makin sering ada acara seperti ini," singkatnya.
Antusiasme juga dirasakan oleh para pembalap muda.
Rafael Castillo, dia mengatakan track day dua hari ini sangat menyenangkan, memuaskan, ditambah juga cuaca sangat baik.
“Intinya, gas polisi,” serunya.
Sementara itu, Arai Agazka Dibani Laksana menambahkan, latihan dirinya di Sirkuit Mandalika cukup seru.
“Saya juga bisa menyalakan diri agar lebih baik lagi. Pokoknya track day hari ini keren,” kata Arai.
Pantauan Lombok Post, tak hanya balapan, acara ini juga diwarnai dengan lomba mewarnai yang diikuti oleh 20 anak yatim dari TPQ Tuhfatul Athfal NW Dusun Berure, Desa Sukadana, Lombok Tengah.
Kegiatan sosial ini menjadi bukti bahwa RIT tidak hanya fokus pada adrenalin di lintasan, tetapi juga kepedulian terhadap sekitar masyarakat.
Rangkaian acara pun ditutup dengan doa bersama, menciptakan nuansa kebersamaan yang hangat.
Baca Juga: Tinggalkan Sirkuit Mandalika, Logistik GT World Challenge Asia 2025 Lanjut ke Thailand
Direktur Utama MGPA Priandhi Satria menuturkan, acara ini bukan sekadar ajang berkendara.
Tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi talenta muda, memperkuat komunitas otomotif, serta mempererat hubungan sosial dengan sekitar masyarakat.
“MGPA sangat mendukung kegiatan positif seperti ini yang memanfaatkan fasilitas Sirkuit Mandalika secara optimal,” ujar Andhi sapannya.
Andhi mengatakan, dengan atmosfer yang penuh semangat, disiplin, dan kebersamaan, track day RIT di Sirkuit Mandalika membuktikan bahwa lintasan balap ini adalah rumah bagi pembinaan, persaudaraan lintas bangsa, dan pemberdayaan sosial.
Baca Juga: Pembalap dan Penonton Merasa Puas, GT World Challenge Asia 2025 Sukses Digelar
Ini pasti akan membuat Sirkuit Mandalika lebih banyak dikunjungi oleh para pembalap, brand otomotif, komunitas roda empat, komunitas roda dua, wisatawan lokal maupun internasional.
“Ini harus terus menerus kita besarkan dengan baik, benar dan memuliakan demi Indonesia. Mari kita semua berbuat maksimal untuk memajukan Indonesia melalui berbagai kegiatan di Sirkuit Mandalika,” tutup Andhi.*
Editor : Kimda Farida