LombokPost--Penantian panjang Paris Saint-Germain untuk meraih trofi Liga Champions akhirnya berakhir!
Dalam final yang memukau dan dominan di Allianz Arena, Munich pada Sabtu, 31 Mei 2025 (Minggu dini hari WIB, 1 Juni 2025), PSG berhasil menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0, mengukir sejarah sebagai tim ke-24 yang menjuarai kompetisi paling bergengsi di Eropa.
Kemenangan ini juga menandai margin kemenangan terbesar dalam sejarah final Liga Champions.
Ribuan penggemar PSG di Paris pun meledak dalam kegembiraan, merayakan kemenangan bersejarah ini di jalan-jalan kota dan di depan Parc des Princes, dengan Menara Eiffel yang terang benderang dengan warna biru dan merah khas PSG.
Namun, ada yang menarik sebelum laga panas final antara PSG kontra Inter Milan itu berlangsung.
Para suporter PSG sebelum laga final UCL mengelilingi Kota Munchen, Jerman sambil meneriakkan “We are all children of Gaza”
Dukungan fans PSG terhadap warga Palestina ternyata bukan kali ini saja disuarakan.
Sebelumnya menurut warganet mereka pernah membentangkan tifo raksasa bertuliskan "Free Palestine".
Ada juga spanduk raksasa yang dibentangkan saat laga final UCL kemarin bertuliskan "Stop Genoside a Gaza" (stop genosida di Gaza).
Diketahui, PSG adalah salah satu tim yang paling vokal terhadap nasib Palestina.
"Selain Celtic, PSG juga tim yang paling sering menyuarakan Free Palestine, respect!," tulis warganet di X.
Baca Juga: Final Liga Champions Eropa, Lautaro: Inter Milan Harus Tampil Sempurna Melawan PSG
"PSG mendapatkan trofi dan respect dari seluruh dunia karena kepedulian terhadap manusia. Ini lebih dari sekadar juara," puji warganet lain.
Duketahui, sejak awal pertandingan final Liga Champions tadi malam, PSG menunjukkan dominasi yang luar biasa.
Anak asuh Luis Enrique tampil agresif dan taktis, membuat Inter Milan kesulitan mengembangkan permainan.
Gol pembuka datang cepat di menit ke-12 melalui Achraf Hakimi yang berhasil memanfaatkan umpan terukur.
Sorotan utama pada laga ini jatuh kepada bintang muda Prancis, Désiré Doué.
Pemain berusia 19 tahun ini tampil brilian dengan mencetak dua gol dan satu assist.
Gol pertamanya tercipta di menit ke-20 setelah memanfaatkan serangan balik cepat, memperlebar keunggulan PSG menjadi 2-0 di babak pertama.
Di babak kedua, PSG tidak mengendurkan serangan.
Doué kembali mencetak gol keduanya di menit ke-63, menunjukkan ketenangan luar biasa di depan gawang.
Pesta gol PSG berlanjut dengan gol dari Khvicha Kvaratskhelia di menit ke-73, sebelum akhirnya Senny Mayulu, pemain pengganti berusia 19 tahun, menutup kemenangan fantastis ini di menit ke-87 dengan gol kelima yang memecahkan rekor.
Kemenangan telak 5-0 ini tidak hanya mengukuhkan PSG sebagai juara Liga Champions untuk pertama kalinya, tetapi juga mencatatkan mereka sebagai tim Prancis pertama yang meraih treble kontinental (Liga Champions, Ligue 1, dan Coupe de France) dalam sejarah.
Pelatih Luis Enrique, yang kini menjadi manajer kedua yang memenangkan treble dua kali, tampak sumringah merayakan setiap gol bersama para pemainnya.
Di sisi lain, pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, mengakui kekalahan telak ini sebagai hari yang "sangat berat" bagi timnya, meskipun bangga dengan perjalanan mereka mencapai final.
PSG kini akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur, juara Liga Europa 2024-2025, dalam ajang UEFA Super Cup 2025, dan secara otomatis lolos ke FIFA Intercontinental Cup 2025 serta FIFA Club World Cup 2029.
Kemenangan ini bukan hanya akhir dari penantian panjang, tetapi juga awal dari era baru dominasi bagi Paris Saint-Germain di kancah sepak bola Eropa. ****
Editor : Kimda Farida