LombokPost - PSG akhirnya meraih gelar Liga Champions (UCL) pertama dalam sejarah klub. Di final, klub kaya asal Prancis ini tampil menggila dan menghajar Inter Milan 5-0 di Wembley.
Tapi menariknya, pelatih Luis Enrique justru menyebut dua tim lain sebagai lawan terberat PSG di Liga Champions musim ini: Liverpool dan Aston Villa.
“Ada beberapa pertandingan musim ini yang benar-benar menguji kami. Liverpool membuat segalanya sangat sulit, terutama dalam transisi cepat,” ujar Luis Enrique, dikutip dari kanal resmi UEFA.
Pertemuan PSG vs Liverpool terjadi di babak 16 besar. Meski mendominasi leg pertama di Parc des Princes, PSG justru kalah 0-1 oleh gol telat Harvey Elliott.
Di leg kedua di Anfield, PSG menyamakan agregat lewat gol Bradley Barcola dan menang di adu penalti. Enrique menyebut laga itu sebagai salah satu yang paling menegangkan sepanjang kariernya.
Tak hanya Liverpool, Aston Villa juga disebut Luis Enrique sebagai lawan paling rapi dan terorganisir. Di perempat final, PSG menang 3-1 di leg pertama, tapi dibuat panik saat kalah 2-3 di leg kedua. Dengan agregat tipis 5-4, PSG lolos dengan susah payah.
“Aston Villa sangat kuat dalam organisasi dan bertahan. Mereka tahu cara menyerang dengan struktur yang solid,” tambah Enrique.
Bandingkan dengan laga final melawan Inter Milan, PSG tampil dominan sejak awal.
Tanpa Kylian Mbappé, Enrique mengandalkan kolektivitas tim muda seperti Zaïre-Emery, Désiré Doué, dan Barcola. Hasilnya, kemenangan telak 5-0 mengukuhkan PSG sebagai raja baru Eropa.
Luis Enrique berhasil mengubah wajah PSG, dari tim yang dulu bergantung pada individualitas, menjadi skuad dengan kerja kolektif tinggi.
Bahkan media Inggris seperti The Times menyebut PSG sebagai “tim paling menarik di Eropa saat ini.”
“Final memang luar biasa, tapi perjalanan kami dibentuk oleh momen sulit. Dan dua tim yang paling menguji kami adalah Liverpool dan Aston Villa,” tegas Luis Enrique.
PSG juara UCL, tapi perjalanan menuju trofi itu dibangun lewat perjuangan keras menghadapi tim-tim Inggris.
Bagi Luis Enrique, kemenangan besar di final bukan segalanya. Justru, kemenangan tipis melawan Liverpool dan Aston Villa adalah cerminan nyata kekuatan timnya. (***)
Editor : Alfian Yusni