Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

GEBRAKAN PSSI! Erick Thohir Ubah Statuta, Daerah Jadi Ujung Tombak Sepak Bola Nasional!

Pujo Nugroho • Kamis, 5 Juni 2025 | 18:46 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir saat memimpin Kongres PSSI 2025.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir saat memimpin Kongres PSSI 2025.

LombokPost – Ada kabar gembira dari dunia sepak bola Tanah Air! Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membeberkan hasil penting Kongres PSSI 2025 yang akan mengubah wajah sepak bola nasional.

Salah satu keputusan paling krusial adalah adanya perubahan Statuta PSSI dari versi 2019 ke Statuta PSSI 2025, yang akan menempatkan daerah sebagai ujung tombak pengembangan sepak bola nasional.

Perubahan Statuta PSSI ini akan memberikan peranan besar kepada daerah, terutama Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI, Asosiasi Kota (Askot), dan Asosiasi Kabupaten (Askab) untuk membangun sepak bola Indonesia secara merata. Ini adalah langkah strategis PSSI untuk memastikan pemerataan pembangunan sepak bola dari Sabang sampai Merauke.

"Yang terpenting dalam perubahan statuta PSSI itu bahwa peran sepak bola nasional sekarang tidak hanya bergantung hanya di nasional itu sendiri, tetapi kita berharap justru sekarang ujung tombaknya ke daerah-daerah," kata Erick Thohir saat memaparkan hasil Kongres Biasa kepada awak media di Jakarta.

Perubahan statuta PSSI ini menjadikan peran Asprov sangat kuat. Nantinya ketua Asprov PSSI tetap dipilih secara terbuka.

Kemudian, untuk membangun infrastruktur dan ekosistem sepak bola, pimpinan Asprov PSSI akan menunjuk ketua Askot PSSI dan Askab PSSI. Sinergi ini diharapkan mampu mengatasi koordinasi yang selama ini menjadi kendala.

"Selama ini ketika kita membangun sepak bola di daerah-daerah, sulit sekali koordinasi antara Asprov dan juga Kota. Dengan sekarang bersinergi seperti ini, ketika bicara nantinya Liga 4, itu akan di kota-kota selama empat bulan. Lalu nanti juaranya Liga 4 akan naik ke provinsi, itu kita putar ke Liga 3. Artinya apa, ada kesinambungan dan fleksibilitas," jelas Erick.

Erick Thohir mencontohkan kasus di Bali, di mana dari sembilan kabupaten/kota, hanya dua kota yang memiliki jumlah klub memadai untuk kompetisi. Fleksibilitas ini selama ini sulit terjadi.

"Kita ini 17 ribu kepulauan, ujung satu ke lain 8 jam. Kalau kita stigmanya by zona kaku dan sulit diatur, akhirnya jadi korban kita semua. Dengan tadi Asprovnya kuat, Askabnya ditunjuk, lalu ada peraturan daerah, Permendagri, Bupati Cup, Gubernur Cup, akhirnya APBD bisa. Ini yang kita putar kembali. Tidak mungkin membangun sepak bola semua dari pusat, tidak cukup dana," tambah Erick Thohir, menekankan bahwa pembangunan sepak bola harus melibatkan peran aktif daerah.

Hasil kedua Kongres Biasa PSSI adalah penetapan Presiden Prabowo Subianto sebagai Dewan Kehormatan PSSI.

Hal ini, kata Erick Thohir, adalah wujud bahwa PSSI dan pemerintah berjalan seiringan dalam memajukan sepak bola Indonesia. Poin terakhir adalah PSSI akan melakukan revisi pada statuta PSSI sesuai masukan dari Asprov, dan akan mengadakan konsolidasi nasional pada bulan Juni.

"Makanya setelah Juni ini kita adakan roadshow untuk konsolidasi sepak bola nasional. Jangan sepak bola kita berpikir satu generasi, harus regenerasi. Jangan juga dengan prestasi timnas di 2024 dan 2025 kita berpuas diri," pungkas Erick Thohir, mengulang pentingnya regenerasi dan tidak berpuas diri.

 

Editor : Pujo Nugroho
#statuta pssi #Erick Thohir #PSSI #Kongres PSSI 2025 #sepak bola nasional