Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Egy Maulana Bersinar! Keputusan Berani Kluivert Bikin Timnas Indonesia Sulit Ditebak

Alfian Yusni • Jumat, 6 Juni 2025 | 17:04 WIB
Egy Maulana Vikri benar-benar jadi motor permainan. Tak sekadar ikut bermain, dia memimpin ritme, membuka ruang, dan menyambung antar lini. (istimewa)
Egy Maulana Vikri benar-benar jadi motor permainan. Tak sekadar ikut bermain, dia memimpin ritme, membuka ruang, dan menyambung antar lini. (istimewa)

LombokPost - Egy Maulana Vikri jadi sorotan. Lewat penampilan cemerlang di laga terakhir Timnas Indonesia, gelandang asal Medan ini menunjukkan versi terbaiknya.

Tak lagi tampil egois atau terlalu banyak menggiring bola, Egy kini berubah menjadi kreator cerdas yang membantu lini tengah Timnas Indonesia tampil hidup dan sulit ditebak.

Semua berawal dari keputusan Patrick Kluivert yang cukup mengejutkan. Dalam laga besar kontra tim asal Eropa, pelatih asal Belanda itu membuat gebrakan: mencadangkan Mees Hilgers, pemain Eropa dengan label bintang.

Dan justru mempercayakan starting eleven kepada pemain lokal Timnas seperti Yakob Sayuri, Ricky Kambuaya , dan Egy Maulana Vikri.

Bahkan, Beckham Putra dan Stefano Lilipaly baru dimasukkan di babak kedua untuk menambah daya gedor.

Keputusan Ini Membawa Tiga Efek Instan Bagi Timnas Indonesia

Pertama, pemain lokal yang saling mengenal di Liga 1 langsung menyatu. Kedua, tim lawan tampak kaget menghadapi gaya main cepat dan fleksibel pemain lokal. Ketiga, kepercayaan diri pemain muda seperti Egy Maulana Vikri melejit tinggi.

Egy Maulana Vikri benar-benar jadi motor permainan. Tak sekadar ikut bermain, dia memimpin ritme, membuka ruang, dan menyambung antar lini.

Bahkan menurut pengamat sepak bola nasional, one-touch pass Egy menjadi titik balik permainan. Umpan-umpannya tajam, visinya jelas, dan ia bermain tidak untuk terlihat keren, tapi untuk membuat Timnas Indonesia menang.

“Sepak bola bukan soal individu. Kalau timnya gak bagus, semua juga jelek. Kita harus kerja bareng,” kata Egy dalam sesi wawancara jelang laga.

 

Transformasi Egy ini juga terlihat dari peran barunya. Bukan lagi winger yang gemar solo run, kini ia lebih berfungsi sebagai gelandang serang yang mengatur tempo.

Dalam laga kontra China perannya di lini transisi benar-benar krusial. Ia menjadi penghubung efektif dari tengah ke depan—dan hasilnya, permainan Indonesia lebih cair dan berbahaya.

Langkah Patrick Kluivert mencadangkan pemain top Eropa demi memaksimalkan potensi pemain lokal seperti Egy Maulana Vikri, Ricky Kambuaya, dan Yakob Sayuri terbukti jitu.

Bahkan kehadiran Beckham Putra dan Lilipaly di babak kedua menambah kedalaman taktik Timnas Indonesia.

Kini, banyak yang sepakat bahwa Timnas Indonesia makin siap menghadapi Piala Dunia 2026.

Dengan strategi Kluivert yang berani, Timnas bukan hanya tampil beda, tapi juga tampil mematikan. Egy Maulana Vikri bukan lagi "pemain muda berbakat yang belum meledak".

Kini, dia adalah gelandang kelas dunia, dengan gaya main yang dewasa, tajam, dan kolektif.Timnas Indonesia punya harapan. Dan Egy, adalah simbol dari harapan itu. (***)

Editor : Alfian Yusni
#egy maulana vikri #patrick kluivert #Timmas Indonesia