LombokPost - Frustrasi Franco Morbidelli terhadap Aleix Espargaro belum mereda.
Insiden kecelakaan di MotoGP Inggris akhir pekan lalu menjadi pemicu terbaru dalam perang dingin antara dua pembalap MotoGP senior ini.
Morbidelli dengan lantang menyebut Aleix gagal menjalankan tugas sebagai test rider Honda HRC.
"Kalau ada yang bilang saya terlalu keras, menurut saya sebenarnya itu masih bisa jauh lebih keras," kata Morbidelli, pembalap VR46 Racing Team, seperti dikutip dari Motosan. "Saya tidak akan mengubah pendapat saya sedikit pun."
Insiden MotoGP Inggris yang melibatkan Franco Morbidelli dan Aleix Espargaro terjadi di lap pertama, tikungan cepat Maggots-Becketts.
Espargaro yang kini berstatus sebagai test rider Honda kehilangan kendali, menghantam Morbidelli, menyebabkan keduanya terjatuh. Balapan sempat dihentikan karena tumpahan oli di lintasan.
Akibatnya, Morbidelli mengalami retak tulang kaki, meski tetap tampil luar biasa dengan finis keempat setelah balapan diulang. Di sisi lain, performa Aleix dinilai sangat buruk sepanjang akhir pekan.
"Seorang test rider seharusnya fokus mengumpulkan data, bukan ikut bertarung seperti pembalap reguler. Kesalahan Aleix benar-benar tidak bisa diterima," ujar Morbidelli. Kata kunci test rider Honda dan kesalahan Aleix Espargaro terus digaungkan Morbidelli dalam wawancara lanjutan.
Yang menarik, ini bukan kali pertama ketegangan antara Morbidelli dan Espargaro terjadi.
Dalam MotoGP Misano 2020, Espargaro pernah memicu insiden yang menggagalkan peluang Morbidelli dalam perebutan gelar juara dunia.
Lalu pada MotoGP Qatar 2023, Espargaro sempat memukul helm Morbidelli saat sesi latihan bebas karena kesal dianggap menghalangi lintasan.
Tak tinggal diam, Aleix Espargaro membalas komentar Morbidelli dengan unggahan sarkastik di media sosial.
Ia menyatakan “obsesi” pada Morbidelli membuatnya sengaja menabrak. Pernyataan ini justru memperkeruh suasana, memicu reaksi publik MotoGP.
Terlepas dari konflik pribadi mereka, insiden ini menyoroti dilema peran seorang test rider Honda HRC di kejuaraan dunia yang sarat kompetisi.
Banyak yang mempertanyakan, apakah pembalap seperti Aleix memang tepat menjalankan peran penting itu?
Dengan tensi yang belum mereda, semua mata kini tertuju pada seri berikutnya. Apakah Morbidelli dan Espargaro akan kembali bersitegang? Atau justru perseteruan ini menjadi awal dari rivalitas baru di paddock MotoGP?
Franco Morbidelli vs Aleix Espargaro kini bukan sekadar insiden biasa, melainkan simbol konflik peran dan profesionalisme dalam dunia MotoGP modern. Dan perdebatan soal tugas seorang test rider Honda akan terus bergulir. (***)
Editor : Alfian Yusni