Cristiano Ronaldo tak hanya berperan sebagai kapten, tapi juga mencetak gol penting di laga final.
Golnya di menit ke-61 menjadi penyama kedudukan 2-2, sekaligus gol pertamanya dalam partai final bersama timnas.
Baca Juga: Kalah dari Garuda, Publik China Ramai-ramai Minta Laga Indonesia vs China Diulang
Gelar ini menjadi trofi ketiga Ronaldo bersama Portugal, setelah Euro 2016 dan Nations League 2019.
"Selalu istimewa bisa angkat trofi, apalagi bersama tim nasional," ucap Ronaldo, dikutip dari Maisfutebol.
Meski sempat ingin menyelesaikan laga hingga babak adu penalti, Ronaldo harus ditarik keluar pada menit ke-88 karena mengalami nyeri di kaki.
Baca Juga: Ini Rahasia Kekuatan Timnas Jepang : Kompetisi Sepak Bola Dimulai dari Sekolah
Cristiano Ronaldo cetak gol saat menginjak usia 40 tahun 123 hari. Itu menjadikannya sebagai pencetak gol tertua di Nations League, melewati rekor Roy Chipolina dari Gibraltar yang mencetak gol di usia 39 tahun 246 hari pada 2022.
Pada semifinal melawan Jerman (5/6), Ronaldo juga mencetak gol yang membantu Portugal menang 2-1.
Performanya yang stabil membuat pelatih Roberto Martinez tetap menaruh kepercayaan besar pada sang kapten.
"Dia bukan cuma pemimpin di lapangan, tapi juga di ruang ganti. Lihat bagaimana kami bangkit dua kali saat tertinggal melawan Spanyol. Cristiano Ronaldo adalah kekuatan besar Portugal," kata Martinez seperti dilansir A Bola.
Gelar ini menandai bahwa Ronaldo belum habis. Bahkan, dengan performa seperti ini, peluang tampil di Piala Dunia 2026 masih sangat terbuka. Ia sudah mengisyaratkan bahwa itu bisa menjadi turnamen mayor terakhirnya.
Dengan capaian ini, Cristiano Ronaldo sekali lagi membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan kepemimpinan tetap bersinar, bahkan di usia 40 tahun. (*)
Editor : Marthadi