LombokPost - Borussia Dortmund resmi mengumumkan kedatangan Jobe Bellingham, adik Jude Bellingham, dari Sunderland dengan mahar fantastis €33 juta plus €5 juta bonus.
Transfer ini langsung mencetak sejarah sebagai penjualan termahal Sunderland sepanjang masa.
Tak hanya itu, jika semua klausul bonus aktif, Jobe Bellingham bisa jadi pembelian termahal Borussia Dortmund sepanjang sejarah klub.
Jobe Bellingham, gelandang serba bisa berusia 18 tahun, dikontrak selama lima tahun hingga Juni 2030 oleh Borussia Dortmund.
Ia disebut-sebut sebagai bakat besar Inggris selanjutnya, menyusul jejak sukses sang kakak, Jude Bellingham, yang juga bersinar di klub yang sama sebelum hijrah ke Real Madrid.
Tak hanya membayar mahar tinggi, Dortmund juga menyisipkan sell-on clause sebesar 15 persen, yang artinya Sunderland akan ikut menikmati jika Jobe dijual kembali di masa depan.
Transfer Jobe Bellingham ke Dortmund ini juga mengalahkan rekor lama yang sebelumnya dipegang oleh Dembélé, menjadikan dia calon pemain termahal dalam sejarah Borussia Dortmund.
Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Dortmund sebagai klub pengorbit bakat muda Eropa.
Tak hanya dari sisi teknis, transfer ini memiliki nilai emosional kuat. Jobe Bellingham kini mengikuti jejak Jude Bellingham yang sebelumnya bersinar di Signal Iduna Park.
Bedanya, kali ini Jobe hadir dengan label bintang muda yang sudah matang sejak di Sunderland, tampil di 85 laga dan mencetak 11 gol.
Tak main-main, sejumlah klub besar Bundesliga seperti RB Leipzig dan Eintracht Frankfurt juga sempat meminati jasa Jobe, namun Dortmund menang dalam perburuan ini.
Faktor sejarah keluarga dan proyek jangka panjang membuat Jobe Bellingham memilih Borussia Dortmund sebagai pelabuhan karier berikutnya.
Dengan transfer ini, Bundesliga 2025 bakal semakin menarik. Kehadiran Jobe Bellingham di Dortmund akan menjadi sorotan utama.
Apalagi, Dortmund juga akan tampil di FIFA Club World Cup 2025, menjadikan Jobe sebagai bagian dari tim elit global.
Adik Jude Bellingham ini kini siap mencatat sejarahnya sendiri. Dari Sunderland ke Dortmund, dari adik bintang jadi bintang yang bersinar sendiri.(***)
Editor : Alfian Yusni