Tijjani Reijnders resmi bergabung dengan Manchester City setelah meninggalkan AC Milan.
Dalam wawancara perdananya bersama media klub, gelandang keturunan Maluku itu tak lupa menyampaikan warisan budaya Indonesia yang terus ia pegang teguh hingga kini.
“Keluarga adalah hal paling penting. Itu yang diajarkan ibu saya,” ujar Tijjani Reijnders Manchester City.
Baca Juga: Tijjani Reijnders Resmi Gabung Manchester City, Sebut Nasi Goreng dan Siap Gantikan De Bruyne!
Tak hanya soal keluarga, pemain Timnas Belanda berdarah Indonesia itu juga mengungkap pesan penting lainnya yang selalu ia ingat sejak kecil: rendah hati dan tidak sombong.
“Jangan pernah merasa lebih hebat dari orang lain. Itu nilai yang selalu ditanamkan kepada kami,” lanjut Reijnders.
Keputusan Reijnders pindah ke Manchester City disebutnya sebagai momen besar dalam karier. Salah satu alasan utama adalah kesempatan untuk bermain di bawah arahan Pep Guardiola, pelatih yang telah ia kagumi sejak era Barcelona.
Baca Juga: Resmi Gabung Manchester City, Ini Alasan Tijjani Reijnders Tinggalkan AC Milan
“Saya telah mengikuti Pep sejak di Barcelona bersama Lionel Messi. Sekarang saya sangat bersemangat bisa bekerja dengannya di sini,” katanya.
Selain faktor pelatih, Reijnders gabung Manchester City juga karena ambisinya untuk meraih trofi dan bermain di tim yang dominan serta ofensif.
“Saya ingin memenangkan banyak trofi. Gaya bermain menyerang dan dominasi City sangat cocok dengan saya,” jelas pemain 25 tahun ini.
Baca Juga: Manchester City Naikkan Tawaran Demi Gaet Tijjani Reijnders dari AC Milan
Dengan karakter yang sesuai filosofi permainan Guardiola dan mentalitas yang dibentuk dari nilai budaya Indonesia, Reijnders menjadi rekrutan yang menjanjikan bagi City di musim baru.
Editor : Redaksi Lombok Post