LombokPost - Harapan besar menyelimuti Timnas Putri Indonesia setelah empat pemain keturunan resmi mengucap sumpah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Emily Nahon, Felicia de Zeeuw, Iris de Rouw, dan Isa Warps kini sah menyandang status sebagai pemain naturalisasi Timnas Putri Indonesia.
Keempat pemain keturunan Timnas Putri ini siap menambah amunisi Merah-Putih di kancah Asia hingga dunia.
Dengan pengalaman bermain di klub-klub Eropa, mereka menjadi bagian penting dari program jangka panjang PSSI untuk mengangkat prestasi Timnas Putri Indonesia.
Prosesi pengambilan sumpah berlangsung pada Selasa (10/6) di Kantor Dirjen Administrasi Hukum Umum, Jakarta Selatan. Acara ini dipimpin langsung oleh Dirjen AHU Widodo dan dihadiri perwakilan dari Kemenpora dan PSSI.
Naturalisasi keempat pemain keturunan Timnas Putri ini bukan sekadar formalitas. Mereka diharapkan menjadi kekuatan baru untuk merealisasikan mimpi besar Indonesia tampil di Piala Dunia Wanita.
Nama-nama seperti Emily Nahon (18 tahun, bek tengah, Arkansas Rock), Isa Warps (19 tahun, penyerang, NAC Breda), Iris de Rouw (20 tahun, kiper, Sparta Rotterdam), dan Felicia de Zeeuw (19 tahun, gelandang serang, ADO Den Haag) kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar sepak bola Indonesia.
Nama Posisi Klub Asal Keturunan
Emily Nahon Bek Tengah Arkansas Rock Nenek dari Bogor
Isa Warps Penyerang NAC Breda Nenek dari Padang
Iris de Rouw Kiper Sparta Rotterdam Nenek dari Lumajang
Felicia de Zeeuw Gelandang Serang ADO Den Haag Nenek dari Jakarta
Meski besar di Belanda, keempatnya memiliki darah Indonesia dari pihak ibu atau nenek. Mereka mengaku bangga bisa kembali ke akar identitasnya dan ingin memberikan kontribusi nyata untuk sepak bola perempuan Indonesia.
“Sangat bangga dan ini kehormatan besar. Saya sudah tidak sabar bergabung dengan Timnas Putri Indonesia,” ujar Felicia de Zeeuw. Hal serupa diungkapkan Iris de Rouw, “Ini bukan sekadar sepak bola, ini soal mewakili siapa diri saya.”
Keempat pemain keturunan Timnas Putri ini akan segera mengikuti proses perpindahan asosiasi FIFA dari KNVB ke PSSI.
Target utama: tampil membela Garuda Pertiwi dalam ajang Kualifikasi Piala Asia Wanita yang akan digelar pada 29 Juni–5 Juli 2025.
PSSI menegaskan bahwa naturalisasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut, targetnya bukan cuma jadi peserta di Asia, tapi masuk 50 besar dunia dan menembus Piala Dunia Wanita 2035.
Ini bukan pertama kalinya PSSI merekrut pemain diaspora. Sebelumnya, ada Estella Loupattij dan Noa Leatomu.
Tapi kini, keempat pemain keturunan Timnas Putri ini menjadi simbol bahwa proyek jangka panjang sepak bola putri benar-benar dimulai.
Dengan resmi jadi WNI, keempat pemain keturunan Timnas Putri Indonesia ini bukan sekadar tambahan personel, tapi bagian dari kebangkitan sepak bola putri nasional. Mereka datang dengan semangat membara untuk menulis sejarah baru bersama Garuda Pertiwi.
Timnas Putri Indonesia kini bersiap terbang lebih tinggi. Mimpi tampil di Piala Dunia bukan lagi angan, melainkan target nyata. (***)
Editor : Alfian Yusni