LombokPost - Transfer Franco Mastantuono ke Real Madrid memicu kehebohan di Argentina dan Eropa. Wonderkid River Plate itu resmi ditebus Los Blancos senilai €45 juta (sekitar Rp790 miliar).
Ini menjadikannya salah satu transfer rekor tertinggi pemain muda Argentina. Namun, fakta mengejutkan terungkap: transfer ini tak seharusnya terjadi sekarang.
Presiden River Plate Jorge Brito mengungkap bahwa pihaknya dan sang pemain sebenarnya telah sepakat untuk tetap bersama hingga akhir tahun.
“Kami sudah berbicara dengan Franco dan keluarganya, dia berkomitmen bertahan sampai Desember. Kami pun menyampaikan itu ke Madrid,” ujar Brito, dikutip dari TyC Sports.
Namun, kata Brito, segalanya berubah drastis ketika Real Madrid menyodorkan ultimatum: "Ini atau tidak sama sekali."
Mereka menuntut transfer segera. Jika tidak, negosiasi dibatalkan. Ancaman itu membuat River tak punya pilihan lain, karena mempertahankan opsi hingga Desember dinilai berisiko bagi semua pihak.
Real Madrid menebus Franco Mastantuono melalui klausul pelepasan sebesar €45 juta. Tapi, uniknya, pembayaran dilakukan dalam tiga termin:€20 juta dibayar sekarang. €12,5 juta dibayar pada Juni 2026. €12,5 juta dibayar pada Juni 2027.
Brito menyebut ini sebagai “transfer terbesar dalam sejarah Argentina.” Meski kecewa karena kehilangan sang bintang lebih cepat dari rencana, River memilih legowo karena harus menjaga stabilitas finansial klub.
“Sebagai fan River Plate, saya sedih. Tapi sebagai presiden, saya harus realistis. Kami harus menjaga klub dan masa depan pemain,” lanjut Brito.
Ia juga meminta fans tak menyalahkan Franco Mastantuono, yang disebut sangat mencintai klub dan ingin kembali ke River suatu saat nanti.
Menurut laporan AS dan Reuters, Franco Mastantuono akan menandatangani kontrak jangka panjang selama 6 tahun.
Dia akan bergabung efektif pada 14 Agustus 2025, setelah menginjak usia 18 tahun. Untuk saat ini, ia tetap berada di River hingga usia cukup sesuai regulasi FIFA.
Langkah ini mengingatkan publik pada transfer Jude Bellingham, yang juga bergabung muda dan langsung mencuri perhatian.
Real Madrid tampaknya memang membangun “tim masa depan” berisi para wonderkid dunia.
Franco Mastantuono bukan pemain muda sembarangan. Ia merupakan Pemain termuda River Plate yang mencetak gol di Piala Libertadores.
Debut di timnas senior Argentina dalam usia 17 tahun. Jadi incaran klub-klub Eropa sejak usia 15.
Tak heran jika Real Madrid rela "berjudi" dengan angka besar. Mereka tak mau kehilangan kesempatan lagi, setelah sebelumnya telat mengamankan Endrick dan Rodrygo yang nyaris direbut rival.
Transfer Franco Mastantuono ke Real Madrid adalah contoh lain bagaimana klub-klub elite Eropa bisa menggoyang kesepakatan lokal dengan kekuatan finansial.
River sudah berusaha mempertahankan sang pemain, tapi ultimatum dari Madrid memaksa mereka melepas lebih awal.
Namun, semua pihak sepakat bahwa ini adalah “operasi bersih”: klausul dipenuhi, pemain mendapat masa depan lebih cerah, dan klub Argentina tetap mendapat kompensasi besar. (***)
Editor : Alfian Yusni