LombokPost - Marc Marquez kembali jadi sorotan publik MotoGP. Dugaan Marc Marquez main kotor mencuat usai performa Pecco Bagnaia anjlok drastis sejak Marquez masuk ke Ducati Lenovo Team.
Tak hanya penonton awam, bahkan pengamat senior seperti Dani Pedrosa buka suara soal tekanan psikologis yang dialami Pecco.
Dalam wawancara dengan media Spanyol, Pedrosa mengatakan bahwa Pecco kini sedang berada dalam situasi mental yang genting.
“Ketika Marc mulai mencatat fast lap, pole, kemenangan, Pecco mulai berpikir, ‘Kenapa saya tidak bisa?’,” ujar Pedrosa.
Ia bahkan menyarankan Pecco keluar dari Ducati sebelum terlambat, karena kemungkinan hanya akan jadi “kambing hitam” seperti yang ia alami dahulu saat setim dengan Marquez.
Marc Marquez main kotor? Ini bukan isu baru. Sejumlah mantan pembalap seperti Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo pernah melontarkan tudingan serupa. Kini, giliran Pecco yang disinyalir jadi korban berikutnya di tim Ducati MotoGP.
Performa Pecco Bagnaia terus menurun sejak Marc mendominasi dengan gaya balap agresif dan fleksibel.
Sementara Pecco yang sangat bergantung pada setelan motor presisi, tak mampu mengikuti kecepatan Marquez yang tampak nyaman dengan berbagai setelan.
Di MotoGP 2025, Marquez sudah mencatat 171 poin dan memimpin klasemen. Pecco tertinggal jauh dengan 120 poin.
Di Le Mans, Pecco gagal finis di sprint dan hanya di posisi ke-16 di main race. Di Silverstone, performanya disebut “rusak secara mental”. Semua ini memperkuat dugaan bahwa tekanan internal di garasi Ducati semakin tak sehat.
Media Italia dan Spanyol menyebut Marc Marquez kini menjadi poros utama di dalam tim. Hal ini menciptakan ketegangan terselubung.
“Marc tahu bagaimana menghantam lawan dari dalam,” ujar Pedrosa. “Dia tahu titik lemah seseorang, dan langsung bermain di sana.”
Meski belum ada pernyataan resmi dari Ducati, banyak pihak meyakini konflik Marc Marquez vs Pecco Bagnaia tinggal menunggu waktu untuk meledak.
Marc Marquez main kotor bukan sekadar narasi lama yang diulang, tapi bisa jadi realita baru di musim ini.
Pecco Bagnaia harus menentukan langkah: bertahan dan melawan tekanan mental yang dibuat oleh dominasi Marquez, atau keluar dari Ducati sebelum ia sepenuhnya kehilangan arah dan harga diri.
Apakah Ducati akan belajar dari sejarah, atau membiarkan konflik ini meledak seperti era Rossi vs Lorenzo dulu?
Yang jelas, isu Marc Marquez main kotor akan terus menjadi perbincangan hangat di sisa musim ini.
Dan Pecco Bagnaia kini berada di persimpangan jalan kariernya: bangkit, atau disingkirkan. (***)
Editor : Alfian Yusni