LombokPost - Ajang Formula E Jakarta 2025 siap digelar. Tiket ludes, sirkuit sudah siap, dan Dewa 19 akan tampil menggebrak panggung hiburan.
Ajang balap mobil listrik dunia, Formula E Jakarta 2025, bakal berlangsung di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Ancol, pada 21 Juni mendatang.
Tiketnya sudah terjual lebih dari 10 ribu lembar, dan kini PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menargetkan 28 ribu penonton hadir langsung ke sirkuit.
Tahun ini, Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara yang dipercaya menjadi tuan rumah Formula E musim ini.
“Kami membuka ticket box di Sarinah agar masyarakat bisa beli tiket langsung, tanpa ribet,” kata Dirut Jakpro, Iwan Takwin, Minggu (15/6).
Harga tiket mulai dari Rp 500 ribu (Festival) hingga Rp 1 juta (Grandstand). Tiket juga tersedia secara online.
Sirkuit Ancol Rampung 100 Persen
Jakpro memastikan kesiapan infrastruktur balap di JIEC sudah mencapai 100 persen. Standar keselamatan, kualitas lintasan, dan fasilitas pendukung semuanya telah sesuai regulasi internasional.
Formula E Jakarta 2025 juga didukung oleh Kementerian Pariwisata karena dinilai mampu mengangkat citra Jakarta sebagai kota global dan destinasi sport tourism.
Tak hanya balapan, Formula E Jakarta 2025 juga menyuguhkan konser besar. Grup legendaris Dewa 19 Featuring All Stars akan tampil dalam panggung hiburan usai balapan.
Acara ini menggabungkan olahraga, musik, dan promosi budaya dalam satu panggung global.
Formula E Jakarta 2025 tak berdiri sendiri. Berbagai side event telah digelar untuk menyemarakkan ajang ini. Di antaranya:
Konvoi 120 mobil listrik MG EV. Fun Rally Heritage dengan rute Monas–Istiqlal–Museum Nasional. Pameran budaya dan produk UMKM di Sarinah.
Tahun ini, Sarinah ditunjuk sebagai title partner. Tema “From Heritage to Future” diusung untuk menunjukkan identitas Indonesia dalam wajah modern.
“Ini bukan sekadar balapan, tapi destinasi. Jakarta satu-satunya kota Asia Tenggara yang menggelar Formula E,” kata Iwan menegaskan.
Formula E Jakarta 2025 menjadi bukti bahwa Jakarta mampu bersaing di level global.
Kolaborasi antara teknologi, budaya lokal, dan keterlibatan komunitas menjadikan ajang ini sebagai momentum penting dalam transformasi kota. (***)
Editor : Alfian Yusni