Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Digilas Bayern 10-0, Klub Guru dan Sales dari Selandia Baru Tetap Bangga Tampil di Piala Dunia Antarklub

Alfian Yusni • Rabu, 18 Juni 2025 | 04:50 WIB
Auckland City, klub asal Selandia Baru yang dihuni para guru, sales, pelajar, hingga petugas gudang, menjadi salah satu kontestan Piala Dunia Antarklub 2025. (Foto-foto: instagram)
Auckland City, klub asal Selandia Baru yang dihuni para guru, sales, pelajar, hingga petugas gudang, menjadi salah satu kontestan Piala Dunia Antarklub 2025. (Foto-foto: instagram)

LombokPost - Mimpi Auckland City FC untuk memberi kejutan di ajang Piala Dunia Antarklub 2025 harus kandas secara tragis.

Klub asal Selandia Baru yang dihuni para guru, sales, pelajar, hingga petugas gudang, dihajar habis-habisan oleh raksasa Jerman, Bayern Munchen, dengan skor telak 10-0, pada laga pembuka grup C di Cincinnati, Amerika Serikat (15/6).

Pertandingan ini menjadi pembuka untuk Auckland City di Club World Cup 2025, yang mereka raih setelah sukses menjuarai Liga Champions OFC 2025 pada April lalu.

Di final OFC, mereka mengalahkan Hekari United 2-0 dan otomatis merebut satu tiket ke turnamen dunia FIFA ini.

Auckland City vs Bayern Munchen menjadi pertandingan yang tak seimbang secara teknis. Jamal Musiala mencetak hat-trick, disusul gol-gol dari Thomas Müller, Coman, hingga Michael Olise.

Kiper Connor Tracey, yang sehari-hari bekerja di gudang, melakukan tujuh penyelamatan, meskipun kebobolan dua digit.

Kiper Connor Tracey (kanan), yang sehari-hari bekerja di gudang, melakukan tujuh penyelamatan, meskipun kebobolan dua digit saat bertemu Bayern Munchen.
Kiper Connor Tracey (kanan), yang sehari-hari bekerja di gudang, melakukan tujuh penyelamatan, meskipun kebobolan dua digit saat bertemu Bayern Munchen.

Namun di balik kekalahan pahit ini, kisah luar biasa Auckland City FC justru menjadi sorotan global. Tim ini mayoritas beranggotakan pemain semi-profesional yang masih bekerja penuh waktu.

Ada yang menjadi guru sekolah, agen properti, pegawai toko retail, bahkan mahasiswa. Beberapa dari mereka harus ambil cuti tanpa gaji, bahkan memilih bolos demi bisa bermain di Piala Dunia Antarklub 2025.

"Aku harus melakukan kombinasi cuti tahunan dan cuti tanpa bayaran. Aku akan sedikit menderita dengan uang sewa dan tagihan...tetapi, untuk melawan Munchen, Benfica dan Boca, seratus persen itu sepadan," ungkap Connor. 

Salah satu pemain, Jordan Vale, seorang guru sekolah, bahkan rela menjadi pemain cadangan karena terbatasnya izin dari tempatnya mengajar. Bek Adam Mitchell yang bekerja di real estate mengaku bangga, meski kalah telak.

“Kami tahu level kami. Tapi tetap jadi kebanggaan bisa mewakili OFC di panggung dunia,” katanya.

Bagi Auckland City, tampil di Piala Dunia Antarklub 2025 sudah seperti trofi itu sendiri. Meski mereka akan menghadapi lawan-lawan berat lain seperti Benfica dan Boca Juniors di grup C, namun semangat dan perjuangan mereka telah memenangkan hati pecinta sepak bola di seluruh dunia.

Kisah Auckland City di Piala Dunia Antarklub 2025 adalah pengingat bahwa sepak bola tidak selalu soal skor.

Di balik kekalahan 10-0 dari Bayern Munich, mereka membawa semangat komunitas, kerja keras, dan mimpi besar dari tim kecil asal Selandia Baru. Dan untuk itu, dunia memberi tepuk tangan. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#Pelajar #Guru #piala dunia antarklub 2025 #petugas gudang #sales #selandia baru #Auckland City