LombokPost - Debut Trent Alexander-Arnold bersama Real Madrid ternyata tidak sepenuhnya manis. Dalam laga pembuka Piala Dunia Antarklub melawan Al-Hilal, sang pelatih Xabi Alonso langsung dibuat pusing dengan cara bertahan pemain barunya itu.
"Trent Alexander-Arnold adalah pemain yang sangat berbakat, tetapi di level ini, bakat saja tidak cukup," ujar Alonso dikutip dari The Times.
"Dia perlu bekerja lebih keras secara fisik dan lebih konsisten, terutama dalam bertahan. Dia harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk kebugaran, disiplin, dan usaha."
Laga debut Trent Alexander-Arnold di Real Madrid itu memang menjadi sorotan, bukan hanya karena status transfernya yang mengejutkan dari Liverpool, tetapi juga karena posisinya yang sedikit berbeda: ia dimainkan sebagai wing-back kanan dalam formasi fleksibel Alonso.
Dalam 64 menit penampilannya, ia mencatat beberapa intersepsi penting, namun juga beberapa kali terlambat turun saat bertahan.
Menurut The Sun, Trent terlihat cukup kewalahan bermain di bawah panas terik Miami, lokasi laga tersebut digelar.
TrentBaca Juga: Resmi! Trent Alexander-Arnold Pakai Nomor 12 di Real Madrid, Siap Debut di Piala Dunia Antarklub 2025
Namun, ia tetap mampu memberi kontribusi lewat serangan balik yang dimulai dari cut-back-nya ke lini tengah yang berujung pada gol pembuka Gonzalo García.
Meski mendapat kritik, Xabi Alonso tetap memperlihatkan sinyal kepercayaan pada sang pemain.
Dalam sesi latihan, ia bahkan menunjuk Trent Alexander-Arnold sebagai eksekutor set-piece utama tim.
Hal ini menunjukkan bahwa Alonso melihat potensi besar dalam sisi ofensif mantan bek Liverpool itu—walau aspek bertahan tetap menjadi pekerjaan rumah utama.
"Trent Alexander-Arnold bukan bek biasa. Tapi kami ingin dia bisa jadi pemain lengkap. Real Madrid butuh lebih dari sekadar umpan indah," ujar Alonso lagi dalam konferensi pers pascalaga.
Di antara banyak komentar pengamat sepak bola, mayoritas setuju bahwa debut Trent di Real Madrid masih butuh waktu untuk adaptasi, terutama dari sisi fisik dan taktik bertahan.
Namun, langkah awal ini setidaknya menunjukkan bahwa ia mampu memberi kontribusi kreatif di sayap kanan. (***)
Editor : Alfian Yusni