LombokPost - Insiden sorakan penonton terhadap Marc Marquez kembali mencuri perhatian di ajang MotoGP Mugello 2025.
Saat seremoni podium usai Sprint Race, Marquez mendapat cemoohan dari sebagian penonton yang diduga merupakan fans berat Valentino Rossi.
Tak hanya menciptakan tensi di paddock, kejadian ini memicu reaksi keras dari berbagai tokoh MotoGP, termasuk Davide Tardozzi dan Jorge Lorenzo.
Sorakan kepada Marc Marquez di Mugello menjadi sorotan bukan hanya karena intensitasnya, tapi juga karena mengulang luka lama.
Ini bukan kali pertama Marquez mendapat perlakuan tersebut dari publik Italia, khususnya penggemar Rossi.
Jorge Lorenzo, mantan rekan setim sekaligus rival Marc Marquez dan Rossi, buka suara mengenai kejadian tersebut.
Dalam wawancaranya dengan Motosan.es, Lorenzo menyebut bahwa sebagian besar fans di Mugello masih belum bisa move on dari konflik besar antara Valentino Rossi dan Marc Marquez pada musim 2015.
“Fans Valentino masih banyak, dan mereka belum melupakan masa lalu. Tapi lambat laun, generasi baru akan mulai mendukung pembalap masa kini,” kata Lorenzo.
Lorenzo juga menyebut bahwa dalam balapan di Valencia 2015, ia dan Marquez bahkan menerima sorakan dari 80% fans yang memihak Rossi. “Ini bukan fenomena baru. Ini warisan konflik lama yang belum sembuh,” tegasnya.
Dari sisi keamanan, pihak penyelenggara pun disebut memperketat pengamanan bagi Marquez dan Lorenzo selama berada di sirkuit Mugello.
Mobil mereka dikawal ketat, bahkan akses menuju area fans dibatasi untuk mencegah potensi insiden yang tak diinginkan.
Menariknya, Marc Marquez justru tampil dewasa. Ia memilih tidak berkomentar panjang soal sorakan, dan menahan diri saat merayakan podium.
Gestur yang menurut pengamat menunjukkan kematangan mental pembalap Ducati itu.
Sementara itu, Davide Tardozzi manajer Ducati Lenovo, menyebut bahwa sikap penonton seperti itu tak mencerminkan semangat sportivitas MotoGP, dan harus diatasi agar tidak menjadi budaya yang mencoreng wajah balapan.
Kejadian Marc Marquez disoraki di Mugello, komentar Jorge Lorenzo, serta bayang-bayang konflik Rossi vs Marquez membuktikan bahwa MotoGP masih dihantui rivalitas lama.
Namun seiring waktu, seperti yang dikatakan Lorenzo, generasi baru fans akan memutar fokus ke rivalitas modern, antara Bagnaia, Martin, Acosta, hingga Pedro.
MotoGP tak boleh jadi panggung dendam masa lalu. Inilah saatnya olahraga ini berdiri dengan wajah baru, tanpa dibayangi sorakan yang seharusnya ditinggal di masa lalu. (***)
Editor : Alfian Yusni