LombokPost - Pecco Bagnaia kembali frustrasi. Ban depan GP25 bikin kelabakan! Di tengah ambisi mempertahankan gelar juara dunia MotoGP 2025, Pecco Bagnaia mengaku mengalami masalah serius pada motor barunya, Ducati GP25. Dari awal balapan, ia sempat kompetitif. Tapi setelah enam lap, ban depan mulai haus.
"Aku punya terlalu banyak masalah sekarang, ini bukan saat yang tepat untuk coba-coba. Kami selalu bilang harus ada yang diubah, tapi tak ada yang berubah," keluh Pecco Bagnaia usai balapan.
Ia terpaksa melambat, karena ban depan Ducati GP25 mengalami degradasi drastis. Jika dipaksa, ia mengaku hampir pasti akan crash.
Masalah ban depan GP25 tak hanya dirasakan Pecco. Sejumlah pembalap Ducati lain, seperti Fabio Di Giannantonio, juga mengeluhkan “mati rasa” pada grip ban depan.
Kombinasi antara setup motor yang sulit dikendalikan, plus karakteristik ban musim ini, membuat banyak pebalap Ducati kesulitan bertahan di ritme puncak.
"Aku mengalami selip hebat di tikungan terakhir. Setelah itu, ban benar-benar tak bisa diajak kompromi. Aku cuma bisa bertahan, tapi makin lama makin tertinggal," ujar Pecco.
Situasi makin pelik karena Ducati tak bisa begitu saja menurunkan spesifikasi motornya ke GP24. Regulasi homologasi MotoGP 2025 melarang perubahan besar selama musim berjalan.
Ducati tak punya cukup waktu atau stok GP24 untuk diberikan ke pembalap utama. Akibatnya, Pecco harus bertahan dengan GP25, meski tak bisa mengerem seagresif dulu.
"Padahal aku tahu bisa bersaing untuk menang. Enam atau tujuh lap awal itu bukti. Tapi setelah itu, grip hilang dan aku tak bisa berbuat banyak. Dengan situasi ini, memikirkan gelar juara saja rasanya mustahil," tambahnya, kecewa.
Masalah degradasi ban MotoGP 2025 ini memperparah posisi Pecco dalam perebutan gelar. Saat Marc Marquez justru makin nyetel dengan GP25 dan mampu mengatur keausan ban, Pecco seolah kehilangan arah.
Bahkan di balapan terakhir, dia disalip oleh Fabio Di Giannantonio dua lap menjelang finish.
Dari evaluasi tim, diketahui bahwa penyebab utama turunnya performa adalah kurangnya feedback dari ban depan Ducati GP25, yang makin terasa buruk saat motor dalam kecepatan tinggi dan pengereman keras.
Pecco Bagnaia mengaku tak bisa lagi memaksakan gaya balap lamanya. Jika dipaksa, GP25 akan kehilangan kendali.
Dalam kondisi ini, pebalap Italia itu harus bersabar sambil menunggu evaluasi teknis dari Ducati yang sayangnya terbatas karena peraturan.
Masalah Ducati di MotoGP 2025 kini jadi sorotan besar. Dengan motor yang terlalu "halus" di depan tapi liar di belakang, Pecco harus meredam ambisi dan menghindari crash. (***)
Editor : Alfian Yusni