LombokPost - Marc Marquez kembali membuat dunia MotoGP terdiam. Di Sirkuit Mugello, rider Ducati asal Spanyol itu tak hanya merebut kemenangan ke-93 sepanjang kariernya, tapi juga mengirim pesan kuat: lebih baik berbicara di lintasan daripada memprovokasi!
Meski punya alasan kuat untuk mengibarkan bendera khas bertuliskan angka “93”, Marc Marquez memilih bendera Ducati saat selebrasi.
“Sebenarnya hari ini kita bisa merayakan kemenangan dengan bendera 93 karena itu adalah kemenangan ke-93, tetapi tidak perlu memprovokasi. Pada akhirnya, lebih baik berbicara di lintasan,” ujar Marc Marquez setelah finis pertama di MotoGP Mugello 2025.
Keputusan itu seolah menyentil para haters dan fans fanatik yang masih membawa-bawa rivalitas lama dengan Valentino Rossi.
Marc Marquez kini sepenuhnya fokus pada performa di atas motor Ducati Desmosedici, dan Mugello menjadi panggung terbaik untuk menunjukkan kedewasaan dan ketenangannya.
Pole Position ke-100 dan Statistik Gemilang
Tak hanya podium utama, Marc Marquez juga meraih pole position ke-100 di Mugello. Ia mencetak rekor waktu baru, 1:44.169, sekaligus menjadi rider pertama musim ini yang mampu meraih pole dan kemenangan beruntun sejak awal musim.
MarcBaca Juga: Marc Marquez Gila di Mugello! Pecco Bagnaia Frustrasi Hanya Finis Ketiga di Sprint MotoGP
Dengan performa stabil dan agresif namun elegan, Marc Marquez kini memimpin klasemen sementara dengan selisih 40 poin dari adiknya, Alex Marquez, dan 110 poin dari Pecco Bagnaia.
Ia juga menang di sprint race, sekaligus mencetak kemenangan ke-5 dari 9 seri musim ini.
Marquez vs Bagnaia: Duel Keras Tapi Fair
Balapan di Mugello tak lepas dari duel sengit antara Marc Marquez dan Francesco Bagnaia.
Baca Juga: Publik Italia Terhibur, Meski Start Marc Marquez di Mugello Sempat Kacau
Saling overtake lebih dari 10 kali, keduanya memanaskan suasana hingga akhirnya harus dipanggil komisi balap.
Namun, setelah dianalisis, tidak ada manuver berbahaya. Semuanya murni pertarungan skill.
Marc Marquez tak terpengaruh. “Saya merasa tenang, saya merasa baik, saya merasa nyaman. Di usia 32 tahun saya mungkin terdengar seperti orang tua, tapi saya hanya ingin bersenang-senang dan menang,” ucapnya, penuh ketenangan khas juara sejati.
Dukungan Ducati dan Penegasan Tardozzi
Tim Ducati memberi dukungan penuh terhadap pilihan Marquez yang tak mengibarkan bendera pribadi.
Manajer Ducati, Davide Tardozzi, bahkan meminta publik untuk berhenti membawa dendam masa lalu.
“Marquez telah menunjukkan respek. Sudah waktunya kita balas dengan respek juga,” tegasnya.
Kemenangan ke-93 Marc Marquez: Bukan Akhir, Tapi Awal
Dengan kemenangan ke-93 dan performa konsisten musim ini, Marc Marquez menunjukkan bahwa ia belum habis.
Justru, ia kini menjadi kandidat kuat juara dunia MotoGP 2025 bersama Ducati. “
Yang penting bukan angka kemenangan, tapi bagaimana kita menikmatinya di atas motor,” tutupnya. (***)
Editor : Alfian Yusni