LombokPost - Ini Alasan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) layak dapat sanksi FIFA. Bahkan layak disanksi berat.
Federasi Sepak Bola Malaysia layak dapat sanksi FIFA karena diduga melakukan pelanggan berat berupa skandal dalam naturalisasi.
Kabar Federasi Sepak Bola Malaysia disanksi FIFA memang sempat menghebohkan. Bahkan sudah ada beberapa media yang memberitakan.
Laporan salah satu media, Federasi Sepak Bola Malaysia dikenakan sanksi diketahui setelah ada konferensi pers di markas besar FIFA di Zurich.
Di berita ini juga menulis bahwa AFC juga telah memberikan pernyataan resmi yang menyebutkan timnas Malaysia secara resmi mendapat sanksi berat atas pelanggaran serius dalam proses naturalisasi pemain keturunan.
Tetapi dari penelusuran di beberapa website berita, jarang sekali media menulis pemberitaan ini.
Bahkan, dari hasil penelusuran terhadap sejumlah media arus utama Malaysia, tidak ditemukan berita soal sanksi tersebut.
Jika FAM disanksi FIFA, berikut ini alasannya:
Diduga Ada Skandal Naturalisasi Malaysia
Skandal ini pertama kali mencuat awal 2025. Di mana ketika itu sejumlah pemain asing yang tiba-tiba memperkuat Timnas Malaysia.
Pemain-pemain tersebut berasal dari klub-klub lapis kedua di Eropa. Seperti Inggris, Belanda, dan Prancis.
Mereka mendapatkan status Warga Negara Malaysia hanya dalam hitungan bulan. Inilah yang mengundang tanda tanya besar.
Baca Juga: Erick Thohir Bangga Timnas Putri Indonesia Sikat Kirgizstan di Kualifikasi Piala Asia Wanita 2026
Para pemain naturalisasi itu diduga karena tidak memiliki darah keturunan Malaysia, serta belum pernah menetap di Malaysia sesuai yang diatur FIFA dan AFC.
Salah satu yang dicurigai ada skandal dalam proses naturalisasi pemain Facundo Garces kelahiran Argentina 25 tahun lalu.
Bek tengah ini diturunkan saat Malaysia menghajar Vietnam dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2027.
Garces yang kini memperkuat Deportivo Alaves di kompetisi La Liga Spanyol, diduga tidak memenuhi syarat dinaturalisasi.
Naturalisasinya memunculkan kontroversi, karena Garces belum jelasnya keterkaitannya dengan Malaysia secara garis keturunan.
Mengacu regulasi FIFA mengenai perpindahan asosiasi pemain, terdapat dua jalur utama yang memungkinkan seorang pemain membela federasi sepak bola negara lain.
Pertama Residensi. Yaitu pemain harus menetap di negara tersebut selama minimal lima tahun berturut-turut setelah menginjak usia 18 tahun.
riBaca Juga: Keren! Bek Timnas Indonesia Rizky Ridho Dapat Banyak Ajakan Main di Eropa Usia Diganjar Dua Penghargaan di Liga 1
Kemudian garis keturunan. Artinya, pemain memiliki hubungan darah hingga generasi ketiga, yakni dari orang tua atau kakek-neneknya.
Pada kasus.Garces, jalur residensi tampaknya tidak berlaku. Doa belum pernah bermain di Liga Malaysia, maupun tinggal lama di negara tersebut.
Harapan satu-satunya terletak pada jalur keturunan, namun inilah yang justru menjadi sumber keraguan publik. Garces disebut sama sekali tak memiliki darah Malaysia.
Jika terbukti ada skandal dalam proses naturalisasi ini, maka Malaysia dipastikan akan mendapatkan sanksi berat.
Sanksi berat tersebut berupa pembekuan Timnas Malaysia. Tim sepak bola mereka akan dilarang ikut kompetensi resmi FIFA dan AFC dalam jangka waktu tertentu.
Situasi ini mengingatkan pada skandal naturalisasi Timor Leste pada 2017 lalu. Saat itu, FIFA dan AFC menyatakan sembilan pemain naturalisasi Timor Leste tidak sah karena tidak memenuhi syarat.
Akibatnya, federasi sepak bola Timor Leste dijatuhi sanksi berat. Mereka dilarang ambil bagian dalam kualifikasi Piala Asia 2023 dan diwajibkan mereformasi sistem perekrutan pemain asing.
Potensi serupa kini muncul di Malaysia. Jika terbukti ada skandal dalam proses naturalisasi, sangat mungkin Malaysia dibekukan.
Jika FAM mendapatkan sanksi FIFA, maka jelas itu menjadi akhir dari perjalanan sepak bola Malaysia.
Karena rencana membangun tim nasional berbasis pemain diaspora hancur. Akademi-akademi sepak bola kehilangan minat peserta maupun sponsor besar.
Timnas Malaysia saat ini tengah berjuang di kualifikasi Piala Asia. Jika Malaysia mendapatkan sanksi, otomatis akan tersingkir dari ajang ini.
Ada juga beberapa kejuaraan yang tengah dipersiapkan Harimau Malaya. Ada AFF U-23, Sea Games, dan Piala AFF senior.
Untuk semua laga itu, Malaysia akan dilarang ikut. Maka dipastikan ini menjadi sejarah kelam bagi Sepak Bola Malaysia.
Tetapi, sejauh ini belum ada informasi sahih tentang sanksi tersebut. Yang pasti, program naturalisasi mereka sedang disorot.
Bahkan, bisa jadi nanti FIFA dan AFC akan melakukan investigasi tentang dugaan skandal naturalisasi Federasi Sepak Bola Malaysia.
Editor : Rury Anjas Andita