LombokPost – Nama Carson Branstine mungkin belum familiar bagi banyak pencinta tenis, tapi kisahnya layak disimak.
Petenis Kanada berusia 24 tahun ini bukan sekadar atlet biasa. Di luar lapangan, ia adalah seorang model profesional yang pernah dikontrak dua agensi sekaligus.
Dunia modeling ia jalani bukan demi popularitas, melainkan untuk membiayai karirnya di tur tenis tanpa membebani keluarga.
“Mereka tertarik pada penampilan saya, bukan pada tenis saya,” ucapnya jujur seperti dikutip dari wimbledon.com.
Selain petenis dan model, Branstine juga mahasiswa hukum. Saat cedera, ia sempat menjadi asisten pengacara dan menangani kasus hukum keluarga.
“Sangat emosional, tapi saya suka. Saya berdandan, ke pengadilan, dan menangani kasus sendiri,” katanya bangga.
Wimbledon 2025 menjadi debut utamanya di turnamen Grand Slam ini. Dalam jadwal Wimbledon hari pertama, Branstine bermain di Court 1.
Sebuah panggung besar bagi seorang petenis yang nyaris pensiun tahun ini jika tidak lolos ke Roland-Garros.
“Saya sudah siap pensiun. Tapi saya lolos kualifikasi Roland-Garros, dan sekarang saya di Wimbledon. Mungkin ultimatum itu justru bekerja untuk saya,” ungkapnya sambil tersenyum.
Dengan servis kuat dan permainan agresif yang cocok untuk lapangan rumput, Branstine merasa percaya diri. “Saya nyaman di grass court. Saya main dengan semangat, dan saya suka atmosfer seperti ini.”
Wimbledon 2025 memberinya ruang untuk membuktikan bahwa perjuangannya belum selesai.
“Saya bermain untuk Tuhan, dan saya ingin membangun masa depan yang lebih besar. Tapi sekarang, saya fokus menikmati momen ini,” ujar Branstine.
Namun dia harus angkat koper lebih awal karena di babak pertama dikalahkan lewat dua set langsung oleh petenis unggulan dan nomor satu dunia Aryna Sabalenka: 1-6 dan 5-7 dalam waktu 73 menit.
Editor : Rury Anjas Andita