LombokPost - Kabar panas dari bursa transfer Eropa! Liverpool secara tegas menolak tawaran dari Bayern Munich untuk memboyong Luis Diaz, winger lincah asal Kolombia yang kini menjadi aset tak tergantikan di Anfield.
Tawaran Bayern lewat Max Eberl, sang direktur olahraga, dijawab tegas oleh manajemen Liverpool: Luis Diaz tidak dijual!
Penolakan ini bukan tanpa alasan. Meski Bayern Munich mencoba mendekati Luis Diaz secara langsung, bahkan membuka komunikasi pribadi lewat Max Eberl, Liverpool tetap bergeming.
Klub asal Merseyside ini menganggap Luis Diaz sebagai bagian inti dari rencana jangka panjang pasca-era Klopp.
"Dia adalah pemain penting. Tidak ada diskusi soal penjualan," ungkap sumber internal kepada Sky Sports.
Tawaran yang ditaksir mencapai €70–80 juta tersebut juga bukan pendekatan pertama. Sebelumnya, Barcelona juga sempat mencoba merayu Diaz, namun hasilnya sama: Liverpool tak tergoyahkan.
Dari sisi Bayern, situasinya mendesak. Setelah gagal mendapatkan Nico Williams dan Jamie Bynoe-Gittens, klub Bavaria itu kini menempatkan transfer Luis Diaz sebagai prioritas utama.
Dibelinya Luis Diaz untuk mengisi posisi sayap kiri menggantikan Leroy Sane. Eberl pun disebut telah mengontak langsung pihak Diaz dan mulai menyusun strategi negosiasi.
Namun situasi mulai rumit di sisi lain. Meski kontraknya di Liverpool masih berlaku hingga 2027, kabar dari TeamTalk menyebutkan bahwa Diaz mulai frustrasi.
Gajinya dilaporkan masih di bawah pemain kunci lain seperti Salah dan Jota, dan hingga kini belum ada pembicaraan resmi mengenai perpanjangan kontrak.
Ini membuka celah bagi Bayern atau klub lain di musim mendatang. Namun untuk musim panas 2025 ini, Liverpool menutup pintu rapat-rapat.
"Dia tidak akan pergi ke mana pun. Titik," ujar sumber dari kubu The Reds kepada The Times.
Kondisi ini menjadikan Luis Diaz, Liverpool, dan Bayern Munich sebagai trio paling hangat dalam berita transfer Eropa hari ini.
Dengan tekanan dari pemain, penawaran besar dari Bayern, dan ketegasan dari Liverpool, saga transfer Diaz tampaknya baru saja dimulai. (***)
Editor : Alfian Yusni