Subaru BRZ Super Series Siap Guncang Mandalika Festival of Speed

Lestari Dewi • Dipublikasikan Kamis, 3 Juli 2025 | 10:36 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost-Subaru BRZ Series siap guncang Mandalika Festival of Speed (MFoS) yang akan digelar pada tanggal 18-20 Juli di Sirkuit Internasional Mandalika.

Ini menunjukkan dunia motorsport Indonesia kian berkembang dengan hadirnya Subaru BRZ Super Series.

Subaru BRZ Super Series adalah sebuah balap mobil One Make Race SUBARU BRZ MY24/25 (ZD8) yang diselenggarakan promotor Max Motorsport sebanyak 10 seri selama tahun 2025 di Sirkuit Internasional Mandalika.

Kejuaraan ini menjadi perhatian pecinta motorsport karena menawarkan sistem kompetisi yang adil, terstruktur, dan terbuka bagi berbagai level pembalap.

Founder Maxx Motorsport sekaligus promotor kejuaraan Yahya Adi Nugroho menjelaskan, kehadiran BRZ Super Series lahir dari pengalaman panjang mereka dalam menjalankan event time attack dan track day berbasis komunitas.

Ia melihat adanya kebutuhan untuk menciptakan platform balap yang lebih inklusif, bisa diikuti oleh komunitas, tanpa harus jadi pembalap profesional dulu.

“Kami ingin semua orang bisa ikut balap, asal punya semangat dan kesiapan dasar,” ujar Yahya pada wartawan, Rabu (2/7).

Konsep utama BRZ Super Series adalah menjembatani dunia profesional dan komunitas. Menurutnya, banyak individu yang memiliki potensi dan kemampuan.

Namun belum memiliki akses ke dunia balap karena kendala biaya, keterbatasan tim, atau kurangnya pengalaman formal.

“Kami tidak ingin balap hanya dikuasai oleh nama-nama besar yang itu-itu saja. Karena itu, kami rancang sistem kelas agar yang baru mulai pun bisa ikut tanpa takut. Bahkan ada peserta yang belum terbiasa dengan transmisi manual, tapi akhirnya bisa masuk ke kelas rookie,” tambahnya.

Yahya menekankan, aspek fair play dan keterbukaan menjadi prinsip utama. Penentuan kelas tidak ditentukan sepihak, melainkan melalui forum internal bersama peserta lain.

Sejumlah mobil balap One Make Race SUBARU BRZ MY24/25 (ZD8) jajal lintasan Sirkuit Internasional Mandalika, Loteng, belum lama ini.
Sejumlah mobil balap One Make Race SUBARU BRZ MY24/25 (ZD8) jajal lintasan Sirkuit Internasional Mandalika, Loteng, belum lama ini.

Bila ada peserta yang dinilai tidak sesuai dengan kelas yang dipilihnya, maka pembahasan dilakukan secara kolektif dengan mempertimbangkan data riwayat balap dan performa lapangan.

“Kami kembangkan sistem ini secara organik. Forum peserta bisa menyampaikan masukan atau keberatan. Kalau ada yang sengaja mendaftar di kelas yang lebih rendah, dan itu tidak pantas, maka forum yang akan menilai. Itu cara kami menjaga integritas kejuaraan ini,” ungkap Yahya.

Dia menuturkan, kejuaraan ini memiliki empat kelas, yaitu Rookie, Amateur, Pro-Am, dan Pro. Masing-masing kelas disesuaikan dengan latar belakang pengalaman dan tingkat prestasi pembalap. Seluruh peserta turun dalam satu grid saat lomba, namun perhitungan poin dilakukan secara terpisah berdasarkan kelas.

Pembagian kelas ini bertujuan untuk memastikan setiap pembalap dapat bersaing secara seimbang dan merasa nyaman berkompetisi sesuai dengan tingkat pengalaman serta kemampuan masing-masing.

“Kami ingin memberikan kesempatan yang adil bagi semua pembalap, termasuk mereka yang baru mulai. Dengan empat kelas ini, semua bisa belajar, berkembang, dan tetap kompetitif di kelas masing-masing,” ujar Yahya.

Dikatakan, semua peserta menggunakan mobil Subaru BRZ MY24-25 yang dibeli dari Maxx Motorsport, lengkap dengan “peneng resmi” yang disahkan oleh Subaru Indonesia. Peneng ini sebagai syarat mutlak agar kendaraan dapat digunakan dalam kejuaraan.

Mobil diperbolehkan menjalani beberapa modifikasi terbatas. ECU standar dapat di-remap, dan suspensi bisa diatur selama berada dalam batasan yang ditentukan oleh komponen tersebut.

Selain itu, penggunaan perangkat aerodinamika seperti splitter dan GT-wing mulai diperkenalkan sejak putaran ketiga mendatang pada 18-20 Juli 2025.

“Kami ingin peserta tetap bisa menyesuaikan mobilnya agar kompetitif, tapi tidak sampai membuka ruang money game. Jadi modifikasi tetap diatur dengan batas yang jelas,” tutur Yahya.

Untuk mengikuti dua putaran dalam satu akhir pekan balap, kata dia, peserta dikenakan biaya sebesar Rp 55 juta. Biaya ini sudah mencakup dua set ban, kampas rem, oli, serta suku cadang cepat pakai. Peserta diwajibkan membawa tim minimal berisi pembalap, manajer, dan mekanik.

Maxx Motorsport juga membantu mengoordinasikan pengiriman kendaraan melalui car carrier, terutama bagi peserta yang ingin efisiensi biaya logistik.

Yahya menyebut, sebagian peserta bahkan memilih untuk langsung memulangkan mobil mereka seusai balapan demi menjaga kerahasiaan setelan kendaraan masing-masing.

“Kami ingin BRZ Super Series ini bisa jadi pintu masuk bagi para pecinta otomotif yang ingin naik kelas. Semuanya kami desain agar terbuka, menyenangkan, tapi tetap professional,” paparnya.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria menyambut positif kehadiran Subaru BRZ Super Series. Apalagi sebagai bagian dari agenda Mandalika Festival of Speed (MFoS) yang digelar di Sirkuit Internasional Mandalika.

“Kami di MGPA menyambut kehadiran Subaru BRZ Super Series sebagai inisiatif balap yang sehat dan progresif. Kejuaraan ini memberikan ruang bagi pembalap muda, hobi, hingga profesional untuk merasakan atmosfer balap sesungguhnya di Mandalika. Format One Make Race-nya juga menarik karena menjaga aspek kompetitif tetap adil,” ungkap Andhi sapaannya.

Dia menambahkan, ajang balap Subaru BRZ Super Series membuktikan bahwa sirkuit Mandalika dapat menjadi rumah bagi berbagai format balap, tidak hanya event internasional, tetapi juga kegiatan motorsport yang sedang tumbuh dan semakin banyak digemari. (ewi)

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Mandalika Festival of Speed MGPA Subaru BRZ Sirkuit Internasional Mandalika