Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diogo Jota Tewas Naik Lamborghini Saat Menuju Pelabuhan, Pecah Ban Jadi Awal Maut

Alfian Yusni • Kamis, 3 Juli 2025 | 21:40 WIB

 

Bendera setengah tiang dikibarkan di Anfield sabagai tanda berkabung atas wafatnya Diogo Jota. (Foto: instagram)
Bendera setengah tiang dikibarkan di Anfield sabagai tanda berkabung atas wafatnya Diogo Jota. (Foto: instagram)

LombokPost - Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola. Diogo Jota tewas dalam sebuah kecelakaan tragis saat perjalanan pulang ke Liverpool.

Striker Liverpool itu tengah menempuh jalur darat dari Spanyol utara, ketika mobil Lamborghini yang dikendarainya bersama sang adik, Andre, mengalami kecelakaan di dekat rute pelabuhan.

Menurut laporan dari CNN Portugal, Diogo Jota kecelakaan saat hendak menuju Pelabuhan Santander.

Ia dijadwalkan menyeberang ke Inggris menggunakan kapal feri rute Santander – Plymouth pada Kamis pukul 16.00 waktu setempat dan diperkirakan tiba di Inggris Jumat pukul 11.15 siang.

Keputusan untuk naik feri bukan tanpa alasan. Diogo Jota baru saja menjalani operasi paru-paru, dan dokter menyarankan agar ia tidak naik pesawat terlebih dahulu. Itulah mengapa Jota memilih jalur darat dan laut untuk kembali ke Inggris.

Namun, takdir berkata lain. Diogo Jota wafat dalam perjalanan yang seharusnya membawanya kembali ke pelukan Liverpool. Klub tempat ia telah mencetak banyak gol dan kenangan dalam 5 tahun terakhir.

Tragisnya, ini bukan kali pertama Jota memilih rute darat untuk kembali ke Inggris. Karena riwayat masalah paru-paru, Jota sering menghindari pesawat dan memilih opsi alternatif seperti jalur laut.

Rencana Jota adalah kembali sebelum latihan perdana Liverpool yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli.

Namun kini, ia takkan pernah kembali mengenakan seragam The Reds. Kepergiannya mengejutkan para fans, pemain, dan dunia sepak bola.

Diogo José Teixeira da Silva, lahir di Porto, Portugal, 4 Desember 1996, dikenal luas sebagai pemain Liverpool yang serba bisa.

Bergabung sejak 2020, Jota mencetak 47 gol dalam 123 laga bersama The Reds. Ia juga pernah memperkuat Wolverhampton, Porto, dan Paços de Ferreira.

 Adiknya, André Silva, kelahiran 28 April 2000, adalah penyerang muda yang bermain untuk klub divisi dua Portugal, Penafiel.

Baru 11 hari sebelumnya, Jota menikahi kekasih lamanya, Rute Cardoso, dan meninggalkan tiga anak. Rencana kembali ke Liverpool untuk persiapan latihan pramusim tanggal 7 Juli kini tinggal kenangan.

Kabar Diogo Jota tewas mengejutkan banyak pihak. Liverpool FC mengeluarkan pernyataan resmi penuh duka.

Pelatih Jurgen Klopp, mantan kapten Steven Gerrard, hingga Cristiano Ronaldo dan Darwin Núñez menyampaikan belasungkawa.

UEFA turut menggelar satu menit mengheningkan cipta pada laga Women's Euro Spanyol vs Portugal malam ini.

Di Anfield, fans menyalakan lilin dan menaruh bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Premier League, PSSI Portugal, hingga pejabat negara seperti PM Inggris Sir Keir Starmer dan Pangeran William juga ikut berduka.

Menurut laporan Guardia Civil, penyebab utama adalah ban kempis saat menyalip. Investigasi masih berlangsung, termasuk dugaan kecepatan tinggi.

Hingga kini, tak ditemukan jejak kendaraan lain terlibat. Lamborgini hangus total, dan hanya plat serta rangka logam yang tersisa.

Meski telah tiada, semangat dan kenangan Diogo Jota di Liverpool akan selalu hidup. Gol-gol penting, kerja kerasnya di lapangan, serta dedikasinya menjadi warisan abadi. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
#pecah ban #Diogo Jota #liverpool #inggris #lamborghini