LombokPost - Kepergian tragis Diogo Jota mengguncang seluruh keluarga besar Liverpool. Salah satu yang paling terpukul adalah Mo Salah.
Bintang asal Mesir itu sampai mempersingkat liburannya dan pulang lebih cepat ke Inggris hari ini, jauh sebelum jadwal awalnya pekan depan.
Mo Salah, atau Mohamed Salah, mengakui bahwa kabar meninggalnya Jota membuatnya syok berat. Ia bahkan menyebut dirinya merasa “takut” kembali ke Liverpool usai mendengar berita duka yang tak terduga ini.
"Sampai kemarin saya tak pernah menyangka akan takut kembali ke Liverpool setelah liburan…" tulis Salah di akun media sosial pribadinya.
Kematian Diogo Jota, yang dikonfirmasi oleh pihak keluarga, terjadi secara mendadak. Media Portugal melaporkan bahwa Jota dan saudaranya, Andre Silva, meninggal dalam kecelakaan tragis di Lisbon.
Kabar ini menyebar cepat dan membuat seluruh skuad Liverpool terpukul, termasuk Salah.
Langkah Mo Salah pulang ke Inggris hari ini dianggap sebagai bentuk solidaritas mendalam. Ia ingin berada di sisi tim di saat duka ini, sekaligus memberikan penghormatan secara pribadi kepada mendiang Diogo Jota.
Manajemen Liverpool pun langsung menjadwalkan pengaturan ulang jadwal latihan untuk memberikan waktu berduka bagi para pemain.
Tragedi ini juga mengguncang publik sepak bola dunia. UEFA dan FIFA dikabarkan akan memberikan penghormatan khusus kepada Diogo Jota dan saudaranya di ajang internasional mendatang.
Di Portugal, Presiden Marcelo Rebelo de Sousa bahkan turut menyampaikan bela sungkawa resmi.
Meski masih dalam suasana liburan musim panas, Mo Salah memilih menanggalkan semua agenda pribadinya.
Keputusannya untuk pulang ke Inggris lebih awal adalah bukti bahwa hubungan antar pemain Liverpool lebih dari sekadar rekan kerja, tapi sudah seperti keluarga.
Kehilangan Diogo Jota menjadi pukulan berat bagi The Reds. Kepergian sang penyerang tajam ini tak hanya meninggalkan lubang besar di lini depan, tapi juga menyisakan duka mendalam di hati para pemain, termasuk Mohamed Salah, yang dikenal dekat dengan Jota baik di lapangan maupun luar lapangan.
Kini, semua mata tertuju ke Salah yang pulang ke Inggris, dan bagaimana Liverpool bangkit dari luka ini.
Bagi Salah, kembalinya dia ke klub bukan sekadar kembali ke lapangan, melainkan perjalanan batin untuk menguatkan rekan-rekan yang sedang dilanda duka. (***)
Editor : Alfian Yusni