Namun, kakaknya, Katia Aveiro, akhirnya angkat suara dan menjelaskan alasan sesungguhnya di balik ketidakhadiran sang kapten Timnas Portugal itu.
Cristiano Ronaldo tidak hadir di pemakaman Diogo Jota karena menghormati suasana duka dan tidak ingin kehadirannya mengalihkan perhatian dari makna sejati acara tersebut.
Katia menyampaikan pesan mendalam melalui media sosial, menyusul munculnya kritik terhadap keputusan sang bintang.
“Ketika ayah saya meninggal. Selain kesedihan atas kehilangan, kami harus menghadapi banjir kamera dan penonton yang penasaran di pemakaman dan di mana pun kami pergi,” tulis Katia.
Katia menyebut Cristiano Ronaldo sadar akan sorotan besar yang selalu mengiringi setiap langkahnya, dan itu berpotensi merusak kesakralan momen duka keluarga Diogo Jota. Menurutnya, justru keputusan absen itu adalah bentuk rasa hormat yang paling bijak.
“Di pemakaman, ada presiden, pelatih tim nasional saat itu seperti Luís Filipe Scolari, dll. Saya tidak ingat melihat mereka. Dan mereka tentu saja menyapa saya. Kesedihan membuat saya buta.” tambahnya.
Kakak Cristiano Ronaldo membela CR7 dari kritik publik yang dianggap melelahkan dan tidak berdasar. Ia menyebut publik terlalu cepat menghakimi tanpa memahami konteks emosional di balik keputusan sang adik.
“Tentang rasa sakit/keluarga dan dukungan sejati... Anda tidak akan pernah tahu artinya sampai Anda mengalaminya... Fanatisme. Kritik tanpa alasan... Masyarakat yang sakit.”
Katia juga menyesalkan media dan komentator yang menyoroti absennya Cristiano Ronaldo di pemakaman Diogo Jota, alih-alih menghormati keluarga yang sedang berduka.
“Sangat memalukan untuk menonton saluran TV/komentator/media sosial yang menonjolkan ketidakhadiran (bijaksana) daripada menghormati rasa sakit keluarga...”
Dengan penjelasan terbuka ini, Katia berharap publik lebih bijak menilai dan memahami bahwa duka adalah ruang privat yang seharusnya tidak dicampuri dengan tekanan opini publik yang keras.
Editor : Redaksi Lombok Post