Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Panjat Tebing Indonesia Juara Dunia, Kawinkan Emas di Krakow, Pecah Rekor Asia

Pujo Nugroho • Rabu, 9 Juli 2025 | 10:42 WIB
Atlet panjat tebing putra Indonesia Raharjati Nursamsa berhasil meraih medali emas di IFSC World Cup Krakow 2025.
Atlet panjat tebing putra Indonesia Raharjati Nursamsa berhasil meraih medali emas di IFSC World Cup Krakow 2025.

 

LombokPost - Tim panjat tebing Indonesia kembali menorehkan sejarah di kancah internasional! Atlet-atlet panjat tebing Indonesia berhasil meraih gelar juara ganda di ajang Piala Dunia Panjat Tebing seri Krakow atau IFSC World Cup Krakow 2025.

Dua medali emas dari kategori speed putra dan putri sukses dikawinkan, ditambah satu medali perak dari sektor putra. Prestasi gemilang ini semakin menegaskan dominasi panjat tebing Indonesia sebagai cabang olahraga unggulan di tingkat dunia.

Desak Made Rita Tak Terbendung, Sabet Emas Putri

Dari sektor putri, medali emas diraih oleh Desak Made Rita Kusuma Dewi. Atlet asal Bali ini tampil perkasa sejak babak kualifikasi, menembus posisi enam dengan waktu 6.794 detik. Perjalanan Desak menuju puncak podium begitu mulus. Di babak 16 besar, ia mengalahkan wakil Italia Giulia Randi dengan catatan waktu 6.64 detik.

Laju Desak Made Rita tak terbendung di perempat final, menaklukkan Yafei Zhou dari Tiongkok dengan waktu 6.35 detik. Dominasinya berlanjut di semifinal, memulangkan wakil Polandia Natalia Kalucka dengan catatan waktu semakin baik, 6.28 detik.

Puncaknya, di partai final, Desak Made Rita Kusuma Dewi tampil maksimal, mempertajam waktunya menjadi 6.27 detik, sekaligus mengungguli wakil Amerika Serikat Emma Hunt yang finish dalam waktu 7.56 detik. Ini adalah bukti nyata ketangguhan atlet panjat tebing Indonesia.

Raharjati Nursamsa Pecahkan Rekor Asia, Raih Emas Putra

Kesuksesan Desak Made Rita diikuti oleh atlet putra, Raharjati Nursamsa. Ia berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan sesama atlet panjat tebing Indonesia, Kiromal Katibin, di babak final.

Dalam pertandingan penentuan tersebut, Raharjati mencatatkan waktu sensasional 4.73 detik, sekaligus memecahkan rekor Asia dan catatan personal terbaiknya. Kiromal Katibin harus puas dengan medali perak karena terjatuh.

Meski kerap tidak diunggulkan, Raharjati Nursamsa menunjukkan performa impresif sejak awal. Ia menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi dengan waktu 4.917 detik. Di babak 16 besar, Raharjati mengalahkan Beknur Altynbekov (Kazakhstan) dan di perempat final, ia menundukkan Leander Carmanns (Jerman).

Pertarungan sengit terjadi di semifinal melawan Ryo Omasa (Jepang), namun Raharjati berhasil unggul tipis dengan waktu 4.83 detik. Konsistensi dan kecepatan Raharjati Nursamsa mengukuhkan posisi panjat tebing Indonesia di puncak dunia.

Sekretaris PP FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro menegaskan bahwa sukses di Krakow ini adalah bukti kuat bahwa panjat tebing Indonesia masih menjadi kekuatan besar di nomor speed.

"Ini adalah hasil dari kerja keras para atlet dan tim pelatih. Kami bersyukur bisa mempertahankan prestasi dan terus melangkah ke kompetisi berikutnya," pungkasnya.

Gelar juara dunia panjat tebing ini adalah kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia, menjadikan panjat tebing sebagai cabor unggulan yang patut diacungi jempol. (puj)

Editor : Pujo Nugroho
#panjat tebing indonesia #IFSC World Cup Krakow 2025 #Desak Made Rita Kusuma Dewi #Raharjati Nursamsa #Piala Dunia Panjat Tebing Krakow 2025